SUMENEP – Kongres Kebudayaan Madura II yang akan dimulai besok (21/12) geliatnya mulai terlihat. Kemarin (19/12), para penari yang bertugas di saat hari pertama pembukaan melakukan gladi kotor di dalam dan luar gedung Zanzibar Patean Sumenep. Para penari itu memeragakan dirinya masing-masing sesuai posisinya masing-masing.
Para penari ini kemarin memulai gladi kotor sejak pukul 15.00 hingga jam 17.00. Penari Cebbing Madura menari mulai dari luar atau halaman gedung sambil memersilakan tamu memasuki ruangan berkapasitas 1.500 orang ini. Tari Cebbing Madura ini melambangkan perempuan muda Madura yang enerjik dan memiliki semangat yang tinggi menuju hari esok yang lebih baik.
Mereka menari gemulai tetapi tetap tegas, lugas dan bernas. Tiga puluh menari ini diiringi musik tradisional kontemporer. Musik ini melambangkan bahwa perempuan muda Madura mewarisi budaya masa lalu namun tetap toleran terhadap sesuatu yang baru sepanjang hal itu positif dan memberikan inspirasi untuk terus inovasi.
“Cebbing Madura harus gemulai tetapi tetap tegas dan lugas,” kata Fauzi salah satu kurator dalam pembukaan Kongres Kebudayaan Madura II ini saat ditemui di lokasi gladi kotor.
Fauzi menambahkan, Kongres KebudaySesuai jadwal, Kongres Kebudayaan Madura II akan dihadiri Presiden RI ke-5 Hj Megawati Soekarnoputri. Selain itu, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan pejabat terkait di Pemprov Jatim. Dijadwalkan hadir juga para pejabat di daerah Madura tapal kuda, dan tentu saja para kepala daerah di Madura. Para seniman budayawan juga hadir dalam acara yang digagas lima tahunan ini.
Tak terkecuali, para budayawan, seniman dan akademisi dijadwalkan hadir seperti Latief Wiyata (antropolog), Syukur Goozali (ahli bahasa), Wiwik Afifah (KPI Surabaya), Edy Setyawan, dan yang pasti Zawawi Imron. Acara ini juga dimeriahkan dengan Madura Carnival kesenian Madura mulai hari pertama hingga penutupan Minggu (23/12) mendatang. (dav)