SAMPANG – Sebanyak 30 warga Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas akibat mengalami kecelakaan lalu lintas selama 2012.
“Jumlah korban tewas itu berdasarkan hasil rekapitulasi kasus kejadian kecelakaan di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Sampang hingga 25 Desember,” kata Kasat Lantas Polres Sampang, AKP Hary Regasa, kemarin (30/12).
Menurut ia, 30 orang tewas itu dari total kejadian sebanyak 89 kejadian kecelakaan lalu lintas sejak Januari hingga 25 Desember 2012.
Dari 89 kejadian kecelakaan lalu lintas itu, sebanyak 35 orang di antaranya mengalami luka berat dan 24 orang mengalami luka ringan.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sampang sepanjang tahun 2012 ini meningkat, sebab kecelakaan lalu lintas pada tahun 2011 hanya 60 lebih kejadian.
“Rata-rata kecelakaan lalu lintas didominasi oleh kendaraan roda dua,” katanya menjelaskan.
Umumnya, kata Hary, pengendara kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan lalu lintas sepanjang 2012, karena kurang memperhatikan kondisi jalan dan terlalu kencang dalam mengemudikan kendaraan bermotornya.
Apabila terjadi rintangan, semisal kendaraan di depannya, maka ia mengerem secara mendadak, sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan bermotor yang mereka kendarai.
Di Sampang, ada dua titik yang selama ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban jiwa, yakni di Jalan Raya Camplong sekitar 10 kilometer ke arah Timur Kota Sampang, dan di Jalan Raya Jrengik, sekitar 7 kilometer ke arah barat Kota Sampang.
“Dua jalur ini dikenal masyarakat sebagai jalur maut, karena memang sering terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa,” katanya menjelaskan.
Selain jalan yang sempit, di dua titik ini, jalur lalu lintas juga banyak yang bergelombang dan berlubang dan hingga kini belum diperbaiki. (ant/abe)