SUMENEP – Empat kecamatan (Kota, Batuan, Masalembu, dan Kalianget) tak kuat menebus jatah raskin di tahun 2012. Kuat dugaan, sejumlah desa di empat kecamatan tersebut tidak memiliki uang untuk menebusnya.
Informasi yang dihimpun, empak kecamatan yang belum menebus raskin itu tersebar di 13 desa. Diantaranya, 1 desa di Kecamatan Kota, 3 desa di Batuan, 3 desa di Masalembu dan 6 desa di Kecamatan Kalianget.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Syaiful Bahri mengatakan, penyerapan raskin yang merupakan jatah 2012 untuk penerima manfaat belum tuntas karena masih terdapat 13 desa yang tersebar di 4 kecamatan yang tidak menebus raskin secara seratus persen. “Penyebabnya persoalan klasik, desa belum menebus karena banyak nama penerima raskin yang dihapus,” kata Saiful Bahri.
Menurut Saiful, dari 13 desa tersebut, raskin yang masih mengendap di Gudang Bulog setempat mencapai 490 ton raskin. Raskin yang ada di Bulog itu masih bisa ditebus kepala desa hingga tanggal 31 Desember 2012, jika di luar tanggal tersebut raskin sudah dianggap hangus dan tidak bisa ditebus lagi. “Kepala desa masih mempunyai kesempatan melakukan penebusan jatah raskin hingga tanggal 31 Desember,” ujarnya.
Dia meminta agar pihak Bulog Sumenep tetap melayani penebusan walaupun hari libur supaya jatah rakin ditahun 2012 ini bisa terserap 100 persen. Karena, jatah raskin tersebut sudah dianggarkan untuk menekan angka kemiskinan di Sumenep. “Meski di hari libur kami berharap Bulog tetap melayani penebusan raskin,” harapnya.
Penerima raskin dikabupaten SUmenep tahun 2012, sejak bulan Juni sebanyak 139.294 KK mengacu pada data PPLS tahun 2011. Namun, pada bulan Januari hingga Mei 2012 penerima raskin sebanyak 145.788 KK mengacu data tahun 2008. Artinya, di pertengahan tahun ini terjadi pengurangan jumlah penerima manfaat. Alasannya, sekitar 6 ribu penerima manfaat sudah dinilai mampu dan tidak perlu diberi bantuan lagi oleh pemerintah. (rif/abe)