PAMEKASAN – Hama ulat menyerang ribuan tanaman pohon jati milik warga di Kecamatan Larangan serta Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Binatang tersebut memakan daun hampir seluruh tanaman jati hingga nyaris tak tersisa.
Kondisi terparah terjadi di Desa Lancar, Duko Timur dan Desa Taraban, Kecamatan Larangan dan Desa Kertagenah Laok, Kecamatan Kadur. Di empat desa itu, hampir semua pohon jati milik warga terserang hama ulat.
Warga menyebut ulat yang menyerang tanaman mereka itu dengan sebutan ulat macan. Karena selain bentuknya yang besar, binatang tersebut juga dikenal cukup ganas dan mampu menghabiskan seluruh bagian daun jati.
Menurut warga, serangan hama ulat itu terjadi empat hari lalu. Beberapa tanaman pohon jati di Dusun Somber, Desa Lancar, diketahui mulai terserang ulat setelah daun tanaman tersebut terlihat berlubang dan rontok. Serangan hama terus meluas, hingga menyebar ke beberapa desa yang berdampingan.
Selain menyebabkan daun pohon jati rontok, ulat-ulat yang juga bergelantungan itu mengganggu pengguna jalan yang melintas di sekitar pohon jati. Sebagian ulat itu tersangkut oleh pengguna jalan sehingga nempel di baju.
Warga merasa kawatir jika hama itu makin terus meluas dan menyerang tanaman lain setelah menghabiskan daun pohon jati.
“Kami sangat kawatir, ulat akan menyerang tanaman lain seperti mangga dan jangung,” kata Yuhyi, warga Dusun Somber, Desa Lancar, Minggu (30/12).
Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pemerintah setempat terkait kasus tersebut. Sementara para pemilik tanaman jati mengaku tidak mampu berbuat banyak untuk mengatasi masalah tersebut. Sebab, sebagian besar pohon yang diserang sudah berusia tanam lima sampai enam tahun.
Sebagian dari mereka mencoba mengatasi serangan itu dengan membakar ulat-ulat yang didapati berada di batang pohon jati. Mereka juga berusaha mencari sarang dan telur ulat untuk dibasmi. Namun usaha itu tidak membuahkan hasil, karena sebagian besar binatang tersebut berada di daun yang berada di pucuk pohon.
“Tidak mungkin kami melakukan penyemprotan obat anti hama karena tanamannya sudah tinggi,” kata Bunadin, warga Dusun Somber.
Di Desa Panaguan, serangan ulat juga menyerang tanaman yang sama dan tanaman lain yang berada di sekitar pohon jati.
Menurut Edi Junaidi, salah seorang warga Desa Panaguan, serangan ulat itu terbilang cukup ganas karena mampu menyebabkan tanaman jati terlihat gundul hanya dalam beberapa hari.
Ia berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah teresebut. Sebab, dikawatirkan ulat-ulat itu tidak hanya menyerang pohon jati, namun juga akan menyerang tanaman lain di areal pertanian, seperti jagung.
“Paling tidak, ketika ulat itu berubah menjadi belalang, akan berimbas ke areal pertanian. Itu yang sangat kami kawatirkan,” katanya. (teef/muj)