SURABAYA – Perbedaan lain antara pilgub2008 dengan 2013 adalah jumlah kecamatandan desa. Tahun 2008, kecamatansebanyak 661 dan 8.505 desa, sedangkantahun 2013 jumlah kecamatan 664 dandesanya menyusut menjadi 8503 karena 2desa terendam lumpur lapindo.Agar kinerja dari petugas penyelenggarapemilu ini maksimal, honor yangmereka terimapun naik drastis. Untuk KetuaKPU Propinsi, tahun 2008 gaji perbulannyaRp 4,5 juta, anggota 3,5 juta, tahun2013 ketua naik menjadi Rp 6,9 juta dananggota Rp 5,6juta. Sementara untuk KPUkabupaten/kota, gaji ketuanya Rp 3 jutadan anggota Rp 2 juta pada tahun 2008 danpada pilgub nanti Rp 4,5 juta untuk ketuadan anggotanya Rp 3,5 juta .Honor Ketua PPK (kecamatan) juganaik dari Rp 350 ribu menjadi Rp 1 juta,sedangkan anggotanya dari Rp 300 ribumenjadi Rp 800 ribu, ketua PPS dari Rp 160ribu menjadi Rp 500 ribu, anggotanya dariRp 140 ribu menjadi Rp 400 ribu. Untuktingkat PPS, ada penambahan untuk posisisekeratris dengan honor perbulan Rp. 300ribu, urusan teknis dan keuangan masingmasingRp 200 ribu, sementara Ketua KPPSdari Rp 140 ribu naik menjadi Rp 350 ribudan anggotanya dari dari Rp 100 ribu naikmenjadi Rp 300 ribu.Dana pilgub yang tersedia saat ini barusekitar Rp 600 miliar yang dialokasikandari APBD 2010 sebesar Rp 100 miliar danAPBD 2013 sebesar Rp 500 miliar, sementarasisanya masih dicarikan utangannya.Gubernur Soekarwo, S.H, M.Hum mengakuihingga kini belum menemukan jalankeluar untuk menutup kekurangan danapilgub Rp 345 miliar untuk putaran pertama.Gubernur telah menugaskan SekretarisDaerah Propinsi Jawa Timur Dr Rasiyountuk mencarikan dana talangan.Namun belum ada laporan anggarandari Sekda mengenai jumlah dana yangterkumpul. Meski terkendala masalahdana, gubernur dalam berbagai kesempatandi Surabaya mengatakan, dirinya optimispelaksanaan pemungutan suara untukmemilih pemimpin baru di Jawa Timurtersebut akan dilakukan sesuai jadwalyang ditetapkan KPU Propinsi Jawa Timur,yakni pada 29 Agustus 2013 mendatang.Karena kebingungan mencari dana untukputaran pertama, pemprov, desk pilkadadan DPRD Jawa Timur belum membahasdana untuk putaran kedua. Sumber Komadi DPRD Jawa Timur menyebutkan anggaranuntuk putaran kedua ini dibutuhkansekitar Rp 700 miliar dan akan diambilkandari pendahuluan perubahan anggarankeuangan (PAK) 2013, Jika itu benar makatotal anggaran yang dikuras untuk pilkadalangsung ini hampir mencapai Rp 1,7triliun. Menurut anggota Komisi C DPRDJawa Timur Basuki Babussalam, pilgub Jatimdijadikan contoh karena satu-satunyapropinsi yang anggaran untuk putaranpertamanya hampir menembus angka Rp 1triliun. Gubernur mewacanakan berutangdari bagi hasil Pajak Kendaraan Bermotor(PKB) dengan kabupaten/kota untuk beberapabulan, kemudian dibayar melaluiP-APBD tahun 2013. Namun belum dipastikankarena masih menunggu pengesahanUU pemda yang tengah dibahas Komisi IIDPR RI. (han/abe)