PAMEKASAN – Aktivis perempuan bersama anggota Polisi Wanita (Polwan) Polres Pamekasan di areal Arek Lancor. Mereka mengkampanye kan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.Para perempuan beda profesi itu membagikan selebaran. Isinya, mereka itu menyatakan keprihatinan maraknya aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Aksi kekerasan itu, baik yang berbentuk tindakan kekerasan fisik maupun mental dan penghilangan kehormatan.Hingga pertengahan tahun ini, terjadi ratusan kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak anak di Indonesia. Dari kasus itu, terkesan kaum perempuan dan anak-anak masih di posisikan sebagai makhluk lemah dan mengalami penyiksaan fisik dan mental. “Kekerasan yang dialami perempuan tidak hanya kekerasan fisik saja, tetapi kekerasan mental,”kata Nining, anggota Polwan yang ikut dalam acara ini.Karena itu, atas nama kaum perempuan mereka menuntut agar segala bentuk kekerasan itu dihentikan.Kaum perempuan dan anak-anak tidak mau dijadikan alat untuk mencari keuntungan. Sosialisasi hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak ini dianggap sebagai salah satu cara untuk men sosialisasikan anti kekerasan pada perempuan dan anak melanggar hak dan martabat kemanusian.Kegiatan ini untuk penyebaran informasi tentang Undang Undang Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai jaminan bahwa perempuan dan anak-anak harus dilindungi. (aid/abe)