Puluhan petugas bersenjata lengkap itu menghentikan semua kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang akan memasuki pintu gerbang tol Suramadu. Selain surat kelengkapan kendaraan, polisi juga memeriksa semua barang bawaan yang berpotensi menimbulkan kejahatan seperti senjata tajam dan sejenisnya.
”Kita tahu bahwa banyak warga Madura khususnya Bangkalan yang tinggal di Surabaya. Razia ini sebagai upaya melokalisir massa pendukung agar tidak semakin banyak berkumpul di Bangkalan,” kata Kabag Operasional Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kompol Hadi Santoso.
Hingga H-2 pemungutan suara, kondisi keamanan di Bangkalan masih mencekam. Massa dari pendukung Imam Bukhori Kholil-Zaini Alim terlibat bentrok dengan petugas di depan kantor KPU Bangkalan. Bahkan dikabarkan sebuah pos polisi saat ini ludes dirusak massa.
Mereka memprotes keputusan KPU Bangkalan yang mencoret pasangan Imam-Zain yang didukung koalisi Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Persatuan Nasional (PPN). Pasangan Imam-Zain dicoret KPU setelah gugatan pengurus lama DPD Partai Persatuan Daerah (PPD) Bangkalan dikabulkan PTUN Surabaya. Isi gugatan meminta PTUN agar pasangan Imam-Zain didiskualifikasi karena mendaftarkan diri sebagai calon menggunakan partai PPN.