SAMPANG – Rumah Sakit Daerah (RSD) Sampang merawat sebanyak 27 orang penderita demam berdarah dengue (DBD) sejak musim penghujan ini.
“Pada November ada sebanyak 17 pasien penderita DBD yang dirujuk ke RSD Sampang ini, sementara pada Desember ini sebanyak 11 pasien,” kata Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) di rumah sakit itu, dr Yuliono, Jumat (28/12).
Ia menjelaskan, pasien DBD yang dirujuk ke RSD Sampang itu umumnya masih balita yakni antara usia 1 tahun hingga 13 tahun.
Menurut Yuliono, peningkatan pasien dengan kasus DBD ini memang terjadi sejak musim penghujan. Sebelumnya, pihak rumah sakit memang sempat merawat pasien DBD, akan tetapi jumlahnya sangat sedikit.
“Kalau pada musim kemarau itu, pasien DBD memang ada, tapi sedikit, tidak mencapai hingga belasan orang dalam sebulan seperti musim hujan saat ini,” katanya menjelaskan.
Rata-rata penderita DBD yang dirujuk ke RSD Sampang saat kemarau hanya 2 hingga 3 orang saja.
“Sekarang ini justru lebih dari 10 orang dalam sebulan,” katanya menjelaskan.
Sementara Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi mengakui, sejak musim hujan ini, penderita DBD di Kabupaten Sampang memang cenderung meningkat.
Ia menjelaskan, peningkatan pasien DBD itu tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan saja, akan tetapi hampir merata di semua puskesmas di 14 kecamatan di Kabupaten Sampang.
“Kami telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui petugas medis di kecamatan desa, akan hal ini lebih diwaspadai,” imbuhnya.
Menurut Firman, penyakit demam berdarah merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk “aedes aegypti”.
Sedangkan “aedes aegypti” sendiri merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, nyamuk jenis ini juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya.
“Dalam waktu dekat ini kami berencana akan melakukan penyemprotas di sejumlah wilayah yang masyarakat banyak terserang DBD,” kata Firman. (ant/msa/abe)