SUMENEP – Antrian panjangcalon pembeli bahan bakarminyak (BBM) bersubsidi jenispremium dan solar di stasiunpembelian bahan bakar umum(SPBU) di Kabupaten Sumenephampir terjadi setiap hari padawaktu-waktu tertentu. Kondisiitu disebabkan terbatasnya stokpremium maupun solar di masing-masing SPBU.“Sejak beberapa hari lalu,saya butuh waktu agak lama supayabisa beli premium di SPBU,karena harus antre. Itu terjadidi setiap SPBU yang memilikistok premium dan solar,” katawarga Sumenep Hariri, Minggu(25/11).Bahkan, sebagian warga relaberada di SPBU untuk menunggukedatangan truk tangki yangakan memasok BBM bersubsidike SPBU tersebut.Kepala Bagian PerekonomianSekretariat Kabupaten SumenepSaiful Bahri menjelaskan,kondisi terbatasnya stok BBMbersubsidi di SPBU itu disebabkanpengetatan penebusan BBMoleh Pertamina dalam rangkapengendalian BBM.“Sejak Senin (19/11) lalu,penebusan BBM oleh pengelolaSPBU disesuaikan dengansisa kuota BBM bersubsidi untukdaerah tertentu, termasukSumenep. Kami mendugaserapan BBM bersubsidi akanmelebihi kuota dan untukmencegahnya dilakukan pengetatan,”katanya.Sesuai surat dari BadanPengatur Hilir Minyak dan GasBumi (BPH Migas), kuota BBMbersubsidi untuk Sumenep sebanyak85.104 kiloliter selamasetahun pada tahun ini, denganrincian premium sebanyak55.203 kiloliter dan solar sebanyak29.901 kiloliter.“Namun, kami tidak tahusecara pasti sisa kuota BBMbersubsidi hingga 31 Desember2012 untuk Sumenep, karenadata soal itu hanya dimiliki BPHMigas dan Pertamina,” ujarnya.Dalam suratnya, BPH Migasmenegaskan tidak akan menambahkuota BBM bersubsidi bagikota/kabupaten tertentu.“Kalau di daerah tertentukekurangan BBM bersubsidi,pemerintah daerah tetap tidakdiperkenankan mengajukanpenambahan kuota. Solusi jikaada kekurangan BBM bersubsididi daerah tertentu, hanyadengan mengambil kuota milikdaerah lainnya yang surplus danitu diatur oleh Pertamina,” kataSaiful.Sementara itu, harga eceranpremium yang dijual pedagangkepada konsumenya, naik, sejakstok BBM di SPBU cepat habis.“Pada Minggu pagi, sayabeli premium eceran ke pedagang,dan harganya sudah naikdari biasanya Rp 5.000 per botolmenjadi Rp 7.500. Ketika sayatanyakan kepada pedagang koknaiknya tinggi, mereka beralasansangat sulit memperolehpremium di SPBU,” kata wargaKecamatan Bluto Ahmad.Ia berharap Pemerintahpeka dan tidak membiarkanwarganya membeli premiumdengan harga tinggi.Sejak adanya antrean calonpembeli BBM bersubsidi yangmemenuhi SPBU, Polres Sumenepmenyiagakan sejumlahpersonelnya guna menghindarihal-hal tak diinginkan.“Jumlah personel yang akankami tempatkan di SPBU, menyesuaikandengan situasi dankondisi di lapangan. Intinya,kami akan menyiagakan personelketika ada antrean diSPBU,” kata Kabag OperasionalPolres Sumenep Kompol EdyPurwanto. Pantauan Koran Madurapada Minggu, sedikitnya10 anggota Polres Sumenepterlihat berada di SPBU di DesaGedungan, Kecamatan Batuan,ketika terjadi antrean calonpembeli BBM. (si/abe)