PAMEKASAN- Sejumlah aktivis Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (AMPERA) menggelar aksi penggalangan tanda tangan diatas kain sepanjang 500 meter. Aksi yang dilakukan di bundaran Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Madura itu untuk menggalang dukungan penolakan terhadap hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) setempat.
Para mahasiswa menilai, pelaksanaan pemilukada Pamekasan cacat hukum karena diduga sarat money politik, kampanye hitam dan ada dugaan pengelembungan data pemilih.
“ Pelaksanaan pemilukada Pamekasan tidak bersih, dan sarat dengan kedurangan. Sehingga, kami menolak hasil pemilukada tersebut,” kata koordinator AMPERA, Zainal Abidin.
Mereka juga menuding Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menabrak aturan dengan meloloskan salah satu pasangan calon yang bermasalah dan cacat hukum.
Hasil penggalangan tanda tangan tersebut, tegas Zainal, akan dikirimkan ke Mahkamah Kosntitusi (MK), sebagai dukungan terhadap gugatan yang dikirimkan pasangan Kholilurrahman-Masduqi (KOMPAK) terhadap KPU Jawa Timur.
Selain menlakukan penggalangan tandatangan, para mahasiswa juga berencana akan menggelar unjukrasa ke Kepolisian Daerah Jawa Timur. Unjuk rasa yang akan digelar Kamis (24/1) mendatang itu juga berkaitan dengan pelaksanaan Pemilukada Pamekasan.(afa/muj).