BANGKALAN – Jika Jembatan Suramadu berlakukan sistem buka tutup bagi kendaraan roda dua dan roda empat karena ada angin kencang, tidak demikian penyeberangan kapal di Kamal. Di penyeberangan kapal yang juga disebut dermaga Kamal ini, kapal Fery dan kapal angkutan laut lainnya tetap berjalan lancar seperti biasa. Karenanya, para pengguna angkutan laut di dermaga ini bisa bernafas legah.
Dari pantauan koran ini, di dermaga Kamal 3, (12/1) sekitar pukul 14.00 siang, aktivitas angkutan penyeberangan sama sekali tidak terpengaruh dengan adanya angin kencang. “Penyebarangan Kamal-Ujung ini masih lancar dan tidak terpengaruh dengan angin kencang,” kata petugas dermaga Kamal 3, Hery Saptono.
Menurutnya, kalau kecepatan angin masih sebatas 40 – 65 km/jam, kapal laut masih bisa mengatasinya. Kecuali kecepatan angin di selat Madura berada antara 75-90 km per jam disertai ombak setinggi 3 meter lebih sebagaimana pernah terjadi di penyeberangan Ketapang- Banyuwangi menuju pelabuhan Gili Manuk Bali, baru diberlakukan sistem buka tutup. “Untuk saat ini, penumpang yang memakai jasa penyeberangan kapal laut rute Ujung-Kamal justeru lebih ramai daripada sebelumnya. Mungkin mereka masih takut melintas di jembatan suramadu, Mas,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak PT ASDP di dermaga Kamal saat akan dikonfirmasi tidak ada ditempat. “Bapak ada rapat di Surabaya, Mas,” kata Hery. (dit/rah)