BANGKALAN – Angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Bangkalan, rendah. Dari 18.315 ibu melahirkan, tercatat empat orang yang meninggal dunia.
Dari keempat ibu meninggal tersebut, dua meninggal saat melahirkan, dan dua pada saat nifas.
Bagian Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Suhdi menjelaskan, penyebab kematian tersebut adalah preeklamasi, pendarahan, dan sakit jantung.
Pada tahun ini, Dinkes Bangkalan akan lebih menggalakkan beberapa program guna menekan angka kematian, di antaranya program jaminan persalinan (jampersal), kunjungan ibu hamil, dan penanganan ibu hamil sejak dini. Kunjungan ibu hamil dan penaganan ibu hamil sejak dini dilakukan untuk mengetahui resiko-resiko kehamilan.
“Kalau ketika diperiksa ternyata diketahui mengandung resiko kehamilan, saat itu juga langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter atau bidan setempat. Selain itu, kami juga akan memantau ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan atas kehamilannya. Siap datang untuk memotivasi supaya melakukan pemeriksaan rutin setiap bulannya,” ujarnya, kemarin (3/1).
Dinkes Bangkalan juga terus berusaha meningkatkan kualitas bidan, salah satunya dengan menggelar pelatihan asuhan persalinan normal (APN) setiap tahun. Itu untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas bidan di lapangan.
Ia juga mengemukakan, sebagian masyarakat masih lebih percaya kepada dukun anak untuk membantu proses persalinannya. Namun, untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, diupayakan untuk bersinergi dengan bidan setempat.
“Peran dukun anak yang biasanya membantu persalinan, akan kami dorong atau upayakan hanya untuk membantu merawat bayi saja (setelah lahir). Ini juga salah satu usaha yang dilakukan kami untuk mencegah kasus kematian ibu saat melahirkan,” kata Suhdi. (dhe/abe)