SAMPANG – Untuk menghindari kecerobohan anak-anak dalam membeli makanan berbahaya, Badan Pangan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Sampang membagi-bagikan poster kepada sejumlah Sekolah Dasar Negeri yang ada di wilayah Sampang. Poster tersebut berisi peringatan dan himbauan, seperti ‘Awas! Waspadai Makanan di Sekitar Kita!’. Agar anak-anak mewaspadai jajan bungkusan di pasaran.
Petugas BKP3 Kabupaten Sampang diantaranya menyebarkan poster tersebut kepada sejumlah pelajar di SD Negeri Dalpenang 3 Sampang.
Poster dimaksud diedarkan karena terdapat beberapa makanan yang terbukti melalui hasil uji laboratorium Badan Ketahanan Pangan Jawa Timur beserta PT. SUCOFINDO Surabaya tahun 2004-2009 mengandung BTP atau Bahan Tambahan Pangan Tidak Aman Berbahan Kimia. Bahan makanan tersebut biasanya terdapat pada makanan jajanan anak sekolah yang siap saji dan makanan olahan.
Perlu diketahui, menurut FAO di dalam Furia (1980), bahan tambahan makanan adalah senyawa yang sengaja ditambahkan kedalam makanan dengan jumlah dan ukuran tertentu dan terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan. Bahan ini berfungsi untuk memperbaiki warna, bentuk, cita rasa, tekstur, memperpanjang masa simpan, dan bukan merupakan bahan utama.
Pemakaian BTP di Indonesia diatur oleh Departemen Kesehatan. Dahulu BTP masih terbatas berupa bahan alami. Dengan berkembangnya teknologi, produk instan sangat digemari oleh masyarakat karena mudah, cepat, dan murah. Pola makan anak-anak sekarang lebih cenderung mengonsumsi makanan berupa kue kemasan yang mengandung BTP.
Memang dampak dari BTP ini tidak dirasakan seketika, tapi akan terlihat dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Dirjen POM menegaskan bahwa BTP juga bisa mengakibatkan anak mengalami alergi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, dan kanker.
Ibu Nuri Astutik, salah satu guru SD Negeri Dalpenang 3 Sampang menyambut baik langkah BKP3 Sampang tersebut. “Ini bagus sekali. Jadi, kita mengerti mana makanan yang baik dan yang tidak untuk anak sehingga kita bisa mengontrol makanan yang dijual oleh kantin sekolah. Kita dari pihak sekolah juga sudah mengontrol dan mengikuti himbauan dari BKP3 Sampang,” tandasnya. (cyo/msa/rah)