PAMEKASAN- Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Madura, seperti menjadi langganan pencuri yang biasa beraksi di siang hari. Sepanjang 2012 hingga awal Januari 2013, tercatat sedikitnya telah terjadi lima kali pencurian di dalam rumah pada siang hari.
Kemarin (17/1), kejadian serupa menimpa keluarga Abdussyukur,52, warga Dusun Laden Barat desa setempat. Rumah guru Sekolah Dasar Negeri Pamoloaan 1, Camplong, Sampang, itu dibobol maling saat ia pergi mengajar.
Peristiwa itu diketahui sekitar setengah jam kemudian, saat Hayati, 42, itrinya, pulang dari pasar. Saat itu, Hayati mendapati kamarnya acak-acakan. Dia bermaksud membangunkan anaknya, Ruli, 22, yang sedang tidur di kamar belakang, untuk mengetahui siapa yang telah mengacak kamar.
Namun setelah mengetaui jendela depan terbuka, ia menduga ada orang lain yang masuk ke kamar itu dan mengacak-acak isi lemarinya . Sebab sebelum berangkat ke pasar, ia sudah menutup dan menguncinya dari dalam.
Setelah dilakukan pengecekan terhadap barang miliknya, diketahui uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah lenyap. Padahal, rencananya, uang itu akan digunakan untuk biaya kuliah anaknya. Beruntung, satu unit sepeda morot dan sejumlah barang berharga lainnya tidak ikut dibawa pencuri.
“Saya mengetahui setelah istri saya cerita kalau rumah kami baru saja kemalingan,” kata Abdussyukur.
Kejadian itu segera dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) setempat. Sejumlah petugas kepolisian dari Sektor Kota segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun sejauh ini belum diperoleh kesimpulan atas kejadian tersebut.
Namun, diduga pelaku masuk ke dalam rumah melalui jendela depan pada saat anak korban sedang tidur. Pencuri itu mengacak-acak lemari yang berada di dua kamar terpisah untuk mencari barang berharga.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif pencurian ini,” kata Kepala Polsek Kota, Ajun Komisaris Mustaghfir. (uzi/muj)