BANGKALAN – Kepala Dinas Pendidikan melalui Kabid TK/SD Moh. Kamil menyatakan akan mempertahankan bahasa daerah agar tetap diajarkan di sekolah-sekolah, meskipun dalam kurikulum 2013 dimasukkan dalam muatan seni dan budaya.
Menurut Kamil, mempertahankan bahasa daerah tetap diajarkan di sekolah tidak bertentangan dengan kehendak kurikulum 2013, karena mengacu pada otonomi dan kebijakan daerah.
“Memang pada draf kurikulum 2013, mata pelajaran bahasa daerah tidak ada secara khusus, karena masuk pada seni dan budaya. Akan tetapi, bahasa daerah harus tetap ada,” kata Moh Kamil, kemarin (17/1)
Kamil menjelaskan, pelajaran bahasa daerah tetap dipertahankan karena mengacu pada peraturan pemerintah daerah nomor 24 tahun 2009. Dalam perda tersebut, pada pasal 57 dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan dasar dan menengah wajib menyelenggarakan penggunaan bahasa daerah. Selain itu, pada poin selanjutnya juga diwajibkan penyelenggaraan baca tulis al-quran. “Jadi, kurikulum baru tidak serta merta menghilangkan bahasa daerah,” jelasnya.
Nantinya, penerapan kurikulum yang akan dilaksanakan, tetap mempertahankan budaya berdasarkan kearifan lokal. Sebab, peraturan yang diberikan terdiri dari beberapa komponen. Ada mata pelajaran wajib dan pelajaran bersifat khusus seperti bahasa daerah ini. “Kalau sampai dihilangkan akan menghilangkan jatidiri dan integritas sebagai bangsa,” paparnya.
Anggota komisi D DPRD Bangkalan Imron Rosyadi menyayangkan jika isu di lapangan tentang tidak dimuatnya bahasa daerah dalam kurikulum benar dilakukan. “Itu upaya menjauhkan pendidikan dengan akar budaya masyarakat madura sendiri,” ucapnya, mengritik.
Dia menambahkan, di dalam mata pelajaran bahasa daerah terdapat jati diri masyarakat madura. Supaya bahasa Madura tetap lestari. Dirinya sepakat, jika bahasa daerah yang ada harus dipelihara dengan diajarkan di sekolah. Dirinya meminta agar hasil uji publik yang telah dilakukan diminta terlebih dulu diumumkan ke publik.
“Kita mendukung perjuangan agar bahasa daerah diajarkan dan dilestarikan di sekolah-sekolah,” ungkapnya. (ori/rah)