JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR, Emir Moeis berharap pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di 2013. Pasalnya, besaran subsidi energi yang berada di atas Rp300 triliun sangat membebani stimulus fiskal. “Memang, kalau subsidi energi sudah sampai Rp300 triliun sudah agak aneh. Kalau pun harus mengurangi subsidi dari Rp300 triliun menjadi Rp200 triliun, seharusnya penghematan Rp100 triliun itu harus kelihatan peruntukkannya,” kata politisi dari PDI Perjuangan ini di Gedung DPR Jakarta, Senin (14/1).
Namun demikian, jelas Emir, jika pemerintah menaikkan harga premium di tahun ini, maka harus didahului pula dengan alasan-alasan yang kuat atas kebijakannya tersebut. “Kan kita maunya pembangunan infrastruktur. Jadi, harus jelas alasan-alasan pembangunan fisiknya, konkretnya masyrakat melihat barangnya,” paparnya.
Emir mengatakan, pemerintah juga bisa mengungkapkan alasan-alasan bahwa dengan pembangunan infrastruktur jalan akan mengurangi kemacetan. “Kalau di saat macet konsumsi BBM mencapai 10 liter, mungkin dengan jalan yang tidak macet bisa menjadi 5 liter. Sosialisasi semacam ini perlu juga dilakukan. Jadi, pemerintah tidak usah ragu-ragu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Emir menjelaskan, usulan agar pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi di 2013 bukan upaya politis menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. “Ini bukan mancing agar (masyarakat) terus demonstrasi, terus kami enak di 2014. Bukan itu, tidak ada maksud itu. Tetapi, memang kalau (subsidi) sudah Rp300 triliun sudah tidak wajar,” paparnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Azis mengungkapkan, tahun ini pemerintah tidak perlu lagi untuk melakukan konsultasi dengan DPR untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Seperti diketahui, UU APBN 2013 telah memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari DPR. “Kita (pemerintah-DPR) tidak perlu konsultasi lagi. DPR sudah kasih setuju, diskresi sudah diserahkan,” kata Harry.
Menurut Harry, jika pemerintah tidak memanfaatkan kewenangannya untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, maka sama halnya bahwa pemerintah akan memberikan beban kepada pemerintah yang akan datang. “Jadi, jangan memberi beban kepada perintah akan datang. Tugas pemerintah yang sekarang adalah mengurangi beban pemerintah yang akan datang,” paparnya.
Harry mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi sangat memungkinkan untuk dilakukan, mengingat harga minyak internasional juga diperkirakan akan mengalami kenaikan di tahun ini. “Ini juga ada kecenderungan harga minyak dunia di 2013 juga akan naik,” ucap Harry. (bud)