Surabaya – Gerakan Buruh/Pekerja (Gebuk) Jawa Timur siap mengantarkan Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa sebagai calon Gubernur Jatim periode 2014-2019 dengan menyumbang 500 ribu suara dukungannya.
“Kami siap memberikan 500 ribu suara atau bahkan lebih ke Khofifah dalam Pemilihan Gubernur Jatim kali ini. Semoga beliau benar-benar maju,” ujar Kordinator “Gebuk” Jatim, Purnomo kepada wartawan di sela-sela deklarasi dukungan kepada Khofifah sebagai calon Gubernur Jawa Timur di Surabaya, kemarin (22/1).
Menurut Purnomo, dukungan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib buruh dan pekerja di Jatim yang dinilai sampai saat ini hanya dijadikan sapi perahan untuk meraup keuntungan segelintir orang. Sementara kepala daerah dalam hal ini gubernur Jatim belum sepenuhnya berpihak kepada kaum buruh.
“Kami butuh sosok ibu (Khofifah-red) yang benar-benar peduli terhadap nasib kaum buruh dan pekerja sebagai pendorong terhadap kesejahteraan buruh”, ujar Purnomo.
Pihaknya menilai, pilihan memberikan dukungan ke Khofifah karena dianggap mampu memberikan harapan kepada kaum buruh.
“Gerakan ini untuk membangun gerakan bersama demi perubahan Jawa Timur yang lebih baik dan membangun kesadaran politik bagi pekerja dan buruh,” katanya kepada wartawan.
Purnomo menjelaskan, Gebuk jatim merupakan organisasi buruh dari beragam elemen buruh yang tersebar di 38 kabupaten dan kota di Jatim serta memiliki anggota aktif tak kurang dari 500 ribu buruh. Khususnya di wilayah ring 1 yakni, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Gresik dan Mojokerto.
Untuk memberikan dukungan ini, Gebuk juga akan melakukan konsolidasi khususnya pada buruh yang ada di ring satu yaitu Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Pasuruan. Gebuk juga akan membantuk posko-posko dukungan bagi Khofifah di seluruh kabupaten dan kota di Jatim.
Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa yang dikonfirmasi oleh Purnomo melalui ponselnya menyampaikan terima kasih atas dukungan dari sejumlah elemen buruh di Jatim.
Menurutnya, kasus buruh harus melibatkan semua pihak, khususnya dengan komunikasi antarkelompok. Yakni, komunikasi yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan buruh.
“Pemerintah harus bersikap dan menjalin komunikasi efektif dengan buruh. Harapannya, ke depan tidak ada lagi persoalan-persoalan tentang buruh. Sedangkan untuk dukungan ini, kami sangat berterima kasih. Bagaimanapun juga, semua harus berjuang bersama-sama,” kata Khofifah. (ara/abe)