SUMENEP – Gara-gara tidak pakai seragam saat pelepasan siswa magang, Moh. Adi, siswa Jurusan Perkantoran di SMKN 1 Sumenep ditampar gurunya, HM, Kamis (10/1). Akibat tindakan kekerasan itu, pelipis mata kanan Adi memar.
Adi mengaku tidak mengenakan seragam magang karena belum dijahit. Saat pelepasan siswa magang ia memakai seragam sekolah, batik.
“Semua siswa yang akan berangkat magang itu memang dikumpulkan sebagai bentuk pelepasan. Karena saya tidak mengenakan seragam untuk magang, maka saya ditegor dan langsung ditempeleng. Padahal baju saya memang belum dijahitkan. Makanya saya sekarang pakai batik,” kata Adi sambil menundukkan kepalanya.
Siswa asal Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi tersebut langsung pulang setelah ditampar dan mengeluhkan pada keluarganya. Karena keluarga tidak terima dengan kekerasan yang dilakukan onkom guru itu, orang tua Adi dan warga Desa Nambakor mendatangai sekolah.
Kepala SMK 1 Negeri Sumenep, Moh. Taufik Rahman menanggapi dingin persoalan itu. Ia mengatakan, persoalan semacam itu merupakan persoalan biasa dalam dunia pendidikan. Menurut Taufik, HM merasa kejengkelan karena siswa tersebut dianggap tidak mengindahkan pemberitahuan selama tiga hari berturut-turut untuk mengenakan seragam magang.
“Sebelumnya memang tidak ada komunikasi dari siswa terkait perintah mengenakan seragam itu. Andai saja siswa itu menjelaskan kepada pihak sekolah bahwa tidak punya uang untuk ongkos jahit misalnya, kami akan memberi kebijakan lain. Itu yang menyebabkan guru kehilangan kendali karena dianggap membangkang,” jelas Kepala Sekolah.
Namun demikian, pihaknya mengaku sudah meminta maaf kepada pihak keluarg siswa. Menurutnya, persoalan itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami mohon persoalan ini jangan dibesar-besarkan. Sudah kami selesaikan secara kekeluargaan. Setelah ini, kami dari pihak sekolah akan datang ke rumah siswa. Kalau siswa perlu dibawa ke rumah sakit, sekolah siap untuk menanggung biayanya,” jelasnya.
Selain meminta maaf kepada keluarga korban, pihaknya mengaku akan memanggil HM, guru yang diduga menampar siswa tersebut untuk diberi pembinaan khusus terkait persoalan tersebut.
“Guru kan juga manusia yang tidak lepas dari khilaf dan salah. Apalagi siswa tersebut dari catatan kami, memang sudah beberapa kali melanggar aturan dan berurusan dengan BP. Tapi bukan berarti tindakan guru itu benar makanya kami akan beri pembinaan juga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, guru HM belum bisa dikonfirmasi. Menurut penuturan siswa, guru tersebut kabur dari sekolah setelah insiden tersebut. (rif/syam/mk)