BANGKALAN – Harga lauk, terutama ikan di Bangkalan sejak dua bulan lalu hingga kini masih tinggi. Bahkan harga daging sapi di pasaran melambung hingga Rp 80 ribu per kilo. Akibatnya, mayoritas pembeli di pasaran mengeluhkan kondisi harga lauk dan daging yang terus naik.
Sebagaimana sudah diberitakan, kenaikan harga ini dipengaruhi salah satunya oleh cuaca buruk sehingga para nelayan enggan melakukan aktivitas melautnya dan berakibat stok ikan laut di pasaran tidak mencukupi permintaan konsumen. Sementara penyebab kenaikan harga daging sapi mencapai Rp 80.000 per kilo adalah keterbatasan jumlah sapi yang dipotong oleh peternak.
“Memang semua harga ikan saat ini harga jualnya tinggi. Sebab, langkanya daging sapi dan ikan laut di pasaran. Untuk ikan laut, naiknya harga lantaran nelayan tidak melaut. Sekarang naik 50 persen. Jika nelayan nekat melaut juga, hasilnya tidak seberapa, keselamatannya terancam pula,” kata salah satu penjual ikan, Maimunah, kemarin (13/1).
Harga seekor ikan pindang yang dulunya Rp 1000, kini menjadi Rp 2000. Selain itu, ikan tongkol yang tergolong murah harganya tembus Rp 10 ribu per ekor. “Jika tidak dinaikkan, kami pedagang akan rugi. Harga kulakannya saja kami mengambil Rp 1500,” terangnya.
Meskipun begitu, para pembeli terpaksa membelinya dengan harga yang mahal. Sebab, mereka sudah terbiasa membeli daging sapi maupun ikan laut.
“Harga ikan saat ini memang melambung tinggi. Itu terjadi pada semua jenis lauk. Walau begitu, kita sebagai pembeli tetap membelinya. Kalau tidak, kita juga kerepotan lauknya,” kata Rahmiyah, salah satu pembeli. (ori/rah)