JAKARTA — Aparat kepolisain diminta terbuka dalam menangani kasus tabrakan maut yang melibatkan putra Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah Rajasa. “Terbuka saja, jangan terkesan seolah-olah melindungi seperti yang mereka tunjukkan sampai hari ini. Bukanlah perkara sulit bagi unit laka lantas untuk mengusut kasus ini,” kata Pakar Hukum Pidana dari Universitas Indonesia, Ganjar Laksamana di Jakarta, Kamis, (3/1/).
Menurut Ganjar, sikap polisi dinilai masih ada yang aneh dan bahkan malah memancing berbagai opini masyarakat. “Unit laka lantas punya peralatan dan pengalaman untuk mengolah TKP.Kalau tidak sanggup ada KNKT yang memiliki juga alat-alat canggih dalam kecelakaan baik udara, laut maupun darat,” tambahnya.
Dosen FHUI ini menambahkan masyarakat tahu mobil mewah itu memiliki fitur yang canggih, termasuk di dalamnya ada memori yang mengoperasikan fitur canggih. Berikut seluruh data penggunaan kendaraan. “Saya yakin mobil canggih pasti banyak menggunakan peralatan computer. Sehingga apapun yang terjadi pada mobil atau dilakukan pada mobil ada datanya,” terangnya.
Malah kata Ganjar, dia merasa aneh pada statemen polisi terkait kondisi Rasyid Rajasa yang dikabarkan sedang dirawat di rumah sakit karena cedera. Mobil sekelas BMW X 5 memiliki keamanan dan melindungi para penumpang di dalamnya maupun pengendaranya. “Kalau keluarga korban pasti masih panas dengan peristiwa ini, keluarga pelaku pasti berusaha menutupi. Nah disini polisi dituntut untuk netral. Kalau tidak yang terjadi maka tuduhan masyarakat akan membabi buta terhadap polisi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto menegaskan polisi tidak memberikan hak istimewa terhadap Rasyid Amrullah, putra Hatta Rajasa yang terlibat dalam kecelakaan di Tol Jagorawi. “Kami akan menjalani proses hukum secara profesional, nanti penyidik yang akan menentukan hasil penyidikannya,” ungkapnya
Selain itu, Polda Metro Jaya juga menghargai sikap pihak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus kecelakaan yang terjadi pada Selasa (1/1/2013) pada pihak kepolisian.
Lebih jauh Rikwanto menjelaskan sebagai contoh pihak kepolisian tidak melakukan penjagaan di rumah sakit karena pihak keluarga juga tidak meminta untuk diberikan pengamanan. “Disana (RSPP) juga sudah ada pengamanan internal, jadi kami tidak beri pengamanan kepada Rasyid,” jelasnya
Rikwanto menambahkan pihak kepolisian akan tetap mengusut kasus kecelakaan tersebut secara profesional hingga tuntas. “Kami akan usut tuntas dengan profesional dan serius, tunggu saja,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan di Tol Jagorawi, Selasa (1/1/2013) pagi yang melibatkan dua mobil. Mobil BMW X5 milik Rasyid Amrullah, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa warna hitam pelat nomor B 272 HR menabrak mobil Luxio warna hitam dari arah belakang. Akibat tabrakan tersebut, dua penumpang Luxio tewas. (cea/abe)