SUMENEP – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) menggelar unjuk rasa di Depan Kantor Kejari Sumenep, Rabu (09/01). Mereka menuntut Kejari bisa segera menuntaskan sejumlah kasus korupsi yang dinilai masih misteri.
Korlap aksi, Imam Arifin, menuding, Kejari sarang korupsi. Indikasinya, menurut Arifin, banyaknya kasus korupsi yang tidak tuntas, seperti dugaan korupsi Dana Participating Interest (PI), Pembangunan Pasar Anom, Pesangon Anggota DPRD Sumenep dan Kasus Raskin.
“Ini merupakan indikator bahwa sudah terjadi transaksi perkara di internal Kejari Sumenep. Kalau tidak terjadi transaksi perkara, semua kasus tindak pidana korupsi itu sudah tuntas, tidak sampai mengendap hingga bertahun-tahun,” tuding Imam Arifin.
Menurutnya, Kejari Sumenep tidak lagi bertaring sebagai lemabaga penegakan hukum. Tidak wibawanya Kejari karena terjadi kongkalikong di internal Kejari.
“Ini sudah ada permainan di dalam Kejari ini. Terbukti, selama tahun 2012 lalu, tidak ada kasus korupsi yang selesai ditangani. Kejaksaan tidak serius dalam menanganinya,” teriaknya.
Aktifis mahasiswa meminta sejumlah tuntutan pada Kejari. Selain meminta Kejari tegas dalam menuntaskan kasus korupsi, mereka juga menuntut Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep mundur jika tidak serius menangani kasus korupsi.
“Kalau tidak bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya, lebih baik Kepala Kajari turun dari jabatannya. Kami juga menginginkan kejaksaan memberikan kabar perkembangan proses penegakan hukum di Sumenep, terutama kasus dugaan korupsi,” ungkapnya.
Usai orasi, mereka kemudian membakar boneka orang-orangan sebagai simbol telah matinya penegakan hukum di Sumenep. Penegak hukum di Kejari, menurutnya, harus dibakar seperti boneka orang-orangan tersebut dan diganti dengan yang lain yang dinilai lebih mampu dalam menegakkan hukum.
Aksi mahasiswa tidak ditemui petugas Kejari sehingga mereka mencoba menerobos masuk ke dalam Kantor Kejari untuk bertemu dengan Kepala Kajari. Sedangkan polisi berupaya menghalang mahasiswa yang bermaksud masuk ke dalam Kejari tersebut, sehingga aksi saling dorong tak terelakkan.
Kericuhan reda saat Kasi Intel Kejari Sumenep, Ariarta, keluar menemui pengunjuk rasa di depan Kantor Kejari.
“Sebelumnya mohon maaf, karena Pak Kajari saat ini ada di luar kota. Untuk penanganan kasus korupsi, biar nanti Pak Kajari yang menjelaskan. Tapi, kami di Kejari ini tetap serius menangani kasus dugaan korupsi yang sudah masuk ke sini,” jawabnya.
Meski belum puas dengan penjelasan Kasi Intel, mahasiswa berangsur-angsur membubarkan diri sambil mengancam akan melakukan aksi susulan dengan massa lebih banyak untuk menagih janji Kejari.
Selain berorasi secara bergantian, mereka juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan kecaman. Salah satu isi poster, “Kejari tidak becus”, “Kejari tidak bisa menuntaskan kasus korupsi,”. (rif/mk)