PAMEKASAN- Komando Distrik Militer (Kodim) Pamekasan, Madura, menyatakan tidak akan memperpanjang kontrak sewa lahan lapangan Sedangdang yang digunakan pedagan. Kodim justru meminta para pedagang yang menempati lahan tersebut untuk melakukan pengosongan secara sukarela sebelum waktu yang ditentukan.
Komandan Kodim Pamekasan, Letnan Kolonel Prasetyo, mengatakan pihaknya sudah memberi kelonggaran tahun lalu kepada para pedagang untuk melakukan pindah, sejak ditetapkannya lahan yang kini menjadi pasar itu sebagai lahan hutan kota dan lapangan olah raga.
Seharusnya, jelas Dandim, pada pedagang yang sebagian berasal dari luar Kabupaten Pamekasan itu sudah mulai mencari lahan lain yang akan dijadikan tempat berjualan.
“Kelonggaran waktu yang diberikan, kami rasa cukup untuk digunakan mencari lokasi pengganti. Sehingga ketika akan dilakukan pengosongan sesuai dengan surat yang kami edarkan, mereka sudah siap dan tidak perlu mencari lagi,” kata Letkol Prasetyo, kemarin (17/1).
Menurut Prasetyo, pengosongan lokasi itu merupakan perintah dari Panglima Kodam V Brawijaya, sehingga harus dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab, bagi seorang tentara, perintah atasan merupakan segala-galanya dan harus segera dilaksanakan.
Ia membantah, bahwa pengosongan akan dilakukan hanya terhadap lapak pedagang yang ada di Jalan Agus Salim, namun juga terhadap kios-kios yang berada di Jalan Kesehatan.
“Ini adalah penertiban aset atas perintah atasan dan bukan karena faktor politik. Jadi tolong jangan dikait-kaitkan dengan kondisi politik saat ini karena sama sekali tidak ada hubugannya,” jelas Dandim.
Lapangan Sedangdang, ditargetkan akan kosong dari lapak dan kios pada Senin (28/1) mendatang. Lahan seluas tiga hektar itu akan digunakan sebagai hutan kota dan lapangan olahraga untuk masyarakat. Diantaranya, lapangan sepakbola, lapangan basket, dan lapangan tenis.
Sementara itu, harapan 79 pedagang di Pasar Sedangdang untuk bisa menempati lahan bekas Rumah Sakit Pamekasan di Jalan Kesehatan, nampaknya akan gagal. Sebab lahan itu akan dilelang lelang investasi untuk membangun fasilitas usaha.
Para pedagang itu disarankan untuk menempati pasar tradisional yang ada, seperti Pasar Kolpajung, Pasar 17 Agustus dan Pasar Gurem Pamekasan, Madura. (uzi/muj)