PAMEKASAN- Program uji coba tanaman tebu di Kabupaten Pamekasan, Madura, mendapat sorotan dari Komisi B DPRD Pamekasan. Sebab, sampai saat ini rencana pembangunan pabrik gula di Bangkalan masih belum ada kejelasan.
Hosnan Ahmadi, Ketua Komisi B mengatakan, pihaknya mendukung jika Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat mulai mencari terobosan tanaman pengganti tembakau. Hanya saja, perlu ada kejelasan apakah rencana PT Perkebunan Negara (PTPN) X untuk membangun pabrik gula di Bangkalan jadi dilaksanakan.
Hosnan menjelaskan, saat ini di Madura hanya ada pabrik olahan di Bangkalan. Sehingga, untuk pemasaran tebu hasil tanam, pemerintah juga harus mencari terobosan agar program alih tanam itu bisa mendapat respon positif dari petani.
“costnya saya kira cukup mahal karena pabriknya di Madura juga belum ada. Yang ada masih sebatas rencana pembangunan pabrik olahan di Bangkalan,” katanya, Senin (21/1).
Selain itu, yang perlu dikaji oleh Dinhutbun, adalah ketersediaan lahan. Sebagian besar petani di Madura hanya memiliki lahan yang tidak terlalu luas, dan tidak cocok untuk tanaman tebu.
“Selain uji coba, pemerintah juga harus membiasakan petani untuk patungan lahan agar kebutuhan areal untuk tanaman kaya kandungan gula itu bisa terpenuhi meski sebagian besaar petani hanya memiliki lahan yang jumlahnya sangat terbatas,” katanya.
Kepala Dishutbun Pemkab Pamekasan, Ajib Abdullah menyatakan, tanaman tebu sangat potensial untuk terus dikembangkan di Pamekasan sebagai tanaman pengganti tembakau yang nilai tawarnya terus merosot.
Itu didasarkan pada kondisi sebagian besar areal pertanian yang sangat cocok untuk tanaman tersebut. Sedang,untuk pemasaran hasil tanam, pihaknya memastikan dalam waktu dekat PTPN X akan segera membangun pabrik di bangkalan.
“Saat ini uji coba baru di tiga hektar areal di Desa Batukalangan, Kecamatan Proppo. Nanti akan kami kembangkan dengan areal dan cakupan yang lebih luas lagi,” katanya. (teef/muj)