SUMENEP – Kuota bahan bakar minyak sebanyak 55.203 kilo liter untuk jenis premium dan 29.901 kilo liter untuk jenis solar pada tahun 2012 tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Sumenep. Namun, tahun ini kuota untuk Sumenep tidak mengalami perubahan.
“Kuota BBM untuk tahun 2013 ini memang tidak ada perubahan atau sama dengan tahun 2012 lalu. Makanya harus dilakukan penghematan agar tidak sampai melampaui seperti tahun lalu,” kata Kabag Perekonomian Syaiful Bahri, kemarin (17/1).Sekalipun penggunaan BBM di Sumenep melebiki kuota, dirinya mengaku belum menerima laporan pengunaan BBM secara tertulis dari pertamina.
“Untuk tahun ini, hal yang terjadi di tahun 2012 lalu tidak boleh terjadi lagi. Makanya perlu ada upaya-upaya untuk menekan penyerapan BBM tersebut, tapi yang jelas tidak sampai mengurangi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM pada akhir tahun, pihaknya membagi penyerapan BBM dalam 4 tiwulan dalam satu tahun. Triwulan pertama akan menjadi acuan untuk triwulan kedua. Namun, jika kuota BBM diperkirakan tidak mencukupi, pihak pertamina akan berkoordinasi dengan Pemkab.
“Dengan adanya pembagian seperti itu, penyerapan BBM akan lebih terpatau. Jika sekiranya penyerapan BBM itu dinilai sudah melampaui dalam setiap triwulan, maka triwulan berikutnya akan dilakukan penekanan atau penghematan lagi,” ujarnya.
Namun, sambungnya, bulan Januari dan Februari tidak bisa dijadikan acuan serapan BBM karena lebih rendah dari bulan berikutnya. Pada bulan tersebut terjadi cuaca buruk yang menghambat penggunaan BBM oleh para nelayan dan masyarakat kepulauan.
“Baru pada bulan Mei sampai Juni penyerapan BBM akan lebih meningkat karena di bulan tersebut cuaca akan membaik. Berkaitan dengan cuaca, memang di Sumenep ini BBM tidak hanya digunakan untuk kendaraan, melainkan digunakan oleh para nelayan untuk melaut,” paparnya. (rif/mk)