SUMENEP – Sampai kemarin (27/1), harga daging di pasar tradisional Sumenep belum turun. Sejak memasuki bulan maulid, harga daging naik. Kenaikan harga berkisar Rp 10 ribu hingga Rp. 15 ribu.
“Harga daging naik sejak dua minggu yang lalu karena kebutuhan warga terhadap daging lebih banyak dari pada bulan sebelumnya,” tutur Aminah, 42, salah satu pedagang daging sapi, Minggu (27/1).
Harga daging sapi kualitas super sampai saat ini mencapai Rp 90 ribu hinggaRp 95 ribu rupiah perkilo dari harga sebelumnya Rp 80 ribu, dan harga daging biasa Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu rupiah perkilo dari harga semula Rp 65 ribu perkilo.
“Naiknya harga sangat tinggi, sekarang kenaikan harga daging antara 10 ribu hingga 15 ribu rupiah perkilo. Bagi pedagang, lumayan mendapatkan keuntungan yang lebih besar, apalagi sekarang pembeli semakin banyak dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” katanya.
Mahalnya harga daging tidak mempengaruhi minat pembeli. “Mau gimana lagi, walaupun harga daging mahal kami tetap membelinya, karena daging ini kan kebutuhan pokok,” ujar Siti Fauziyah, 35, saat membeli daging di pasar.
Ke depan harga daging diprediksikan akan terus mengalami kenaikan seiring dengan banyaknya permintaan serta kebutuhan warga terhadap daging. (sym/mk)