PAMEKASAN- Lonjakan harga pakan ayam, dalam lima bulan terahir, memaksa para sejumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Pamekasan, Madura, beralih menggunakan pakan buatan. Langkah itu dilakukan untuk menghemat biaya produksi. Salah satunya yaitu mengganti campuran konsentrat dengan pakan buatan berupa tepung ikan.
As’adi, 37, salah satu peternak ayam petelur Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura, kemarin (21/1), sejak akhir tahun lalu, harga pakan ayam naik cukup tajam. Kenaikan justru terjadi pada konsentrat yang merupakan pakan utama bagi ayam petelur.
Pada Agustur tahun lalu, harga konsentrat masih Rp. 242 ribu persak. Namun saat ini telah mencapai kisaran harga antara Rp. 294 ribu sampai Rp. 307 ribu persak. Kenaikan itu tidak diimbangi oleh kenaikan harga hasil produksi.
Dengan kenaikan harga itu, para peternak memilih menggunakan tepung ikan yang harganya lebih murah, yakni Rp. 250 ribu persak. Dengan bahan itu, para peternak mengaku bisa menghemat biaya produksi antara Rp. 750 ribu-Rp. 900 ribu untuk setiap seribu ekor ayam selama sebulan.
“Dari selisih harga ini, kami sudah bisa menghemat Rp. 57 ribu persak dengan kualitas yang sama dengan konsentrat yang diproduksi pabrik,” katanya.
Dijelaskan, setiap seribu ayam petelur membutuhkan biaya produksi sebesar Rp 50 ribu perhari termasuk upah pekerja. Namun dengan menggunakan tepung ikan biaya produksi bisa ditekan sekitar Rp 30 ribu per seribu ekor ayam perhari. (uzi/muj)