SAMPANG – Pemerintah Provinsi Jatim (Pemprov) melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Rabu (22/1) mengucurkan bantuan untuk belanja keperluan logistik para pengungsi korban konflik SARA yang masih bertahan di di GOR Tenis Indoor Sampang.
Sebagaimana yang kita ketahui, mulai awal Januari 2013 Pemerintah Pusat telah menghentikan bantuan untuk para pengungsi korban SARA. Selama bantuan dihentikan para pengungsi memenuhi kebutuhan dengan sisa bantuan yang ada. Mengingat para pengungsi saat ini tidak mempunyai penghasilan dikarenakan tidak bekerja.
Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertran Syamsul Hidayat menjelaskan, bantuan yang turun melalui Dinsosnakertrans Sampang dari Pemprov Jatim sebesar 115 juta, yakni berupa bantuan logistik, dengan rincian setiap orang mendapat bantuan Rp. 697.500. “Bantuan dana dari Pemprov Jatim sudah turun,” kata Hidayat.
Malik Amrullah, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Sampang menambahkan, meski batuan ini lebih dari seratus juta, namun alokasi dana tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama bulan Januari. Sementara untuk bulan berikutnya, Februari, Maret dan April merupakan tangung jawab Pemerintah daerah Sampang melalui dana ABPD. ”Bantuan dari pemprov hanya cukup selama sebulan dan selanjutnya nasib pengungsi adalah tanggungjawab Pemkab Sampang,” ucap Hidayat.
Para pengungsi yang berada di tempat pengungsian sejak 27 Agustus 2012 dan sudah hampir 5 bulan berada di GOR Tenis Indoor tersebut mendapat respon dari masyarakat yang mempertanyakan keseriusan Pemkab Sampang tentang penyelesaian para pengungsi. Masyarakat menilai bahwa Pemkab Sampang tidak serius untuk menyelesaikan masalah pengungsi. “Sampai kapan para pengungsi ada di sana? Masak iya mereka akan terus dibiarkan begitu, segalanya disuplai, dan dipenuhi. Harusnya Pemkab menjadikan penyelesaian pengungsi ini sebagai prioritas, agar sesegera mungkin dapat terselesaikan,” kata Hazairin (39), warga jalan Rajawali. (cyo/msa/rah)