BANGKALAN – Tim laboratorium Forensi (Labfor) Polda Jatim menyelidiki kasus terbakarnya perpustakaan Pondok Pesantren Ibnu Cholil Bangkalan milik calon bupati setempat KH Imam Bukhori Kholil.
“Ada tiga personel dari tim Labfor Polda Jatim yang kini sedang menyelidiki penyebab kebakaran perpustakaan pondok pesantren milik KH Imam Bukhori Kholil,” kata Kapolres AKBP Endar Priantoro di Bangkalan, Rabu (2/1) malam.
Kasus terbakarnya perpustakaan di lingkungan pondok pesantren tersebut diketahui pada Rabu pagi sekitar pukul 04.00 WIB.
Ia menjelaskan, tim labfor tersebut akan menyelidiki penyebab kebakaran dan mengumpulkan berbagai barang bukti yang kemungkinan bisa dijadikan bukti untuk petunjuk dalam kasus itu.
Hingga saat ini, pihaknya belum mengambil kesimpulan tentang penyebab kebakaran di perpustakaan pondok pesantren KH Imam Bukhori Kholil itu, apakah karena unsur kesengajaan atau memang karena kecelakaan.
“Kami belum bisa mengambil kesimpulan apapun terkait kasus ini, karena penyelidikan belum selesai dilakukan,” katanya menjelaskan.
Sementara pihak pondok pesantren menduga, kebakaran dua ruang perpustakaan di pondok pesantren KH Imam Bukhori Kholil itu, karena unsur kesengajaan, sebab di sekitar lokasi kejadian santri menemukan bau bensin.
Sebelum kebakaran, sejumlah santri putri di pondok itu sempat mendengar suara ledakan sebelum terjadi kebakaran dan api membumbung tinggi.
“Makanya kami menduga, ini dilakukan oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan untuk menghilangkan barang bukti pemalsuan pilkada yang kami punya,” kata KH Imam Bukhori Kholil.
Di perpustakaan pondok pesantren yang dibakar oleh orang tak dikenal itu, Cabup KH Imam Bukhori menyimpan bukti-bukti pelanggaran dalam tahapan pelaksanaan Pemilukada Bangkalan yang kini sedang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Akibat peristiwa pembakaran itu, semua dokumen penting pondok pesantren, seperti kitab, buku, serta dokumen pelanggaran pilkada yang disimpan di dalam perpustakaan itu juga ludes terbakar. (ant/abe)