BANGKALAN – Akibat curah hujan yang cukup tinggi, Plengsengan di Jalan Dusun Tretah, Desa Togubeng, Kecamatan Geger, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, (8/1) ambrol. Tentu saja, ambrolnya plengsengan ini sangat mengganggu jalur transportasi antara kecamatan Geger dan Kecamatan Tanah Merah.
Warga sempat langsung responsip atas kondisi yang terjadi. Karena bila plengssengan ini tidak tertangani oleh pemerintah, maka akan mengakibatkan musibah lain. “Warga disini meminta agar pihak terkait segera turun tangan agar longsor ini tidak semakin meluas,” harap Syukur, salah seorang warga setempat, saat ditemui di lokasi longsor.
Dijelaskan Syukur, peristiwa ambrolnya plengsengan tersebut sudah sejak 4 (empat) hari yang lalu, dimulai dengan jatuhnya batu besar pada plengsengan akibat derasnya arus air yang melalaui celah-celah plengsengan. “Pelengsengan ini dibangun sekitar 5 tahun yang lalu jadi wajarlah kalau terjadi longsor seperti ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Wahid Hidayat mengatakan, bahwa pihaknya besok akan turun langsung ke lokasi dan akan melakukan pemetaan untuk perbaikan sementara untuk melokalisir longsornya pelengsengan, agar tidak semakin meluas dan menimbulkan korban. “Kami tidak bisa langsung melakukan perbaikan secara keseluruhan, karena terbatasnya anggaran. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait dan merekomendasikan perbaikan kerusakan akibat longsor yang terjadi itu,” kelitnya. (ori/rah)