JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menunjuk pengganti Menpora, Andi Mallarangeng. “Bilamana dipandang tidak perlu reshuffle, Presiden tidak akan mereshuffle kabinet,” kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Jakarta, Selasa (1/1).
Yang jelas, Julian mengakui kemungkinan besar Presiden SBY akan melakukan pengisiain jabatan Menpora pada awal 2013. Sehingga Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) tetap lengkap hingga akhir masa pemerintahan 2014. “Awal tahun ini diangkat secara definitif siapa yang akan menjadi menpora,” tambahnya.
Hanya saja, Julia tak berani mengungkap lebih jauh calon menpora ini, apakah berasal dari kalangan internal kemenpora atau partai politik. Namun diakui banyak calon yang melamar jabatan tersebut. “Bapak Presiden menanggapi positif karena semangatnya baik untuk bangsa. Namun tentunya Presiden memiliki pertimbangan memutuskan yang tepat dan pantas untuk posisi Menpora,” ungkapnya.
Mengenai isu reshuffle kabinet, Julian membenarkan saat ini sedang berlangsung evaluasi atas capaian setiap kementerian. Termasuk pertimbangkan kinerja keseluruhan jajaran kabinet.
Sementara itu, Ketua DPP Hanura, Saleh Husin mengatakan pihaknya memandang reshuffle kabinet penting dilakukan saat ini. “Ini adalah momen paling tepat untuk SBY mereshuffle kabinetnya, sekaligus mengganti para pembantu yang kinerjanya jeblok atau kurang bagus dengan orang-orang yang lebih kompoten,” ujarnya.
Namun Hanura tak ingin ikut campur terkait siapa nama menteri yang pantas diganti. Demikian juga Hanura tidak mengincar posisi tertentu di kabinet karena sudah mengambil posisi sebagai partai oposisi. ” Kami Partai Hanura tentu tidak ingin mencampuri urusan kabinet, disamping itu juga kami yang merupakan partai di luar pemerintahan berkeinginan agar pemerintah dapat lebih fokus menyelesaikan berbagai persoalan bangsa,” paparnya.
Sedangkan Pengamat politik dari LIPI, Syamsuddin Haris juga meminta agar tidak ragu melakukan perombakan kabinet (reshuffle) di sisa 2 tahun masa kepemimpinannya. Menteri tak berprestasi harus dicopot. “Kalau Pak SBY mau meninggalkan nama baik atau tinta emas, mau tidak mau anggota kabinet yang kinerjanya jelek ya dicopot saja,” jelasnya.
Menurut Syamsuddin reshuffle tepat dilakukan untuk mendorong kinerja kabinet. Alasan pergantian menteri kata dia dapat merujuk pada hasil evaluasi kementerian yang dilakukan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). “Kalau Pak SBY betul hendak meningkatkan kualitas kinerja pemerintah, mestinya tidak hanya Andi Mallarangeng, tapi anggota kabinet yang kinerjanya tidak maksimal ya juga ikut diganti,” imbuhnya.
Selain itu, kata Guru Besar Riset LIPI ini, Presiden juga harus memperhatikan serapan anggaran di kementerian. “Salah satu pertimbangan yang dipakai adalah mengenai kemampuan menyerap anggaran,” ujar Haris.
Berdasarkan catatan Seknas FITRA dari Laporan Realisasi Anggaran Semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan 2012 belum mencapai 50 persen sebagaimana yang ditargetkan. Enam kementerian yang penyerapan anggarannya tidak maksimal adalah Kemenpera, Kemenpora, Kementerian ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar dan Kemenko Kesra. “Reshuffle jangan ditimbang-timbang lagi koaliasinya dengan siapa daripada tidak sama sekali,” pungkas Haris. (cea)