BANGKALAN – Sejumlah jalan beraspal di Kabupaten Bangkalan, diantaranya ruas jalan kabupaten yang terdapat di kelurahan Bancaran Bangkalan mengalami rusak berat dan tergenang air. Kondisi jalan yang rusak berat tersebut sangat mengancam keselamatan para pengguna jalan. Karenanya jalan rusak tersebut secepatnya diperbaiki oleh pemerintah kabupaten Bangkalan.
Jalan yang rusak tampak bergelombang dengan batu-batunya yang tercerai berai di atas badan lorong. Di beberapa bagian jalan tampak lubang dalam dan lebar yang digenangi air ketika hujan.
Warga setempat dan pengguna jalan raya tersebut mengeluhkan kondisi jalan raya yang tak kunjung mendapat perbaikan. Bahkan perbaikan kondisi jalan raya pada masa sebelumnya terkesan serampangan.
“Ini tidak sampai satu tahun diperbaiki tapi sudah rusak lagi, Mas. Setiap kerusakan yang ada di kawasan ini hanya ditambal saja. Sepertinya pemerintah tak serius melakukan perbaikan”, ungkap warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (30/1).
Ia meminta sikap positif dari pihak instansi terkait atas kerusakan jalan untuk segera melakukan pembenahan. Berdasarkan pantauan wartawan Koran Madura, sejumlah jalan di kawasan tersebut banyak yang berlubang dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Sebagian warga menambal jalan yang berlubang tersebut dengan tanah bekas bangunan untuk meminimalisir jalan yang berlubang demi keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, anggota komisi C DPRD Bangkalan Mahmudi tampak geram ketika mendapat pengaduan tentang kondisi jalan yang rusak ditambal asal-asalan. Menurutnya penambalan yang dilakukan selama ini belum menjadi solusi kerusakan jalan. Karenanya Dinas terkait harus bertanggungjawab atas kerusakannya. Jalan rusak tersebut harus segera dicarikan solusinya sebelum menelan korban.
Menurut Mahmudi jika mengikuti anggaran APBD 2 pemeliharaan jalan tidak hanya tambal sulam saja. Akan tetapi juga harus diratakan agar tidak timbul genangan air yang dapat merusak jalan yang sudah diperbaiki.
“Jika hanya tambal sulam saja, tidak akan bertahan lama dan itu harus diratakan juga biar tidak digenangi air mengingat curah hujan cukup tinggi,” kata Mahmudi.
Ia menuturkan, jika Dinas terkait tidak segera melakukan perbaikan, pihaknya akan melakukan pemanggilan. Biar semua menjadi jelas dan tidak terkesan main-main dalam melakukan perbaikan jalan yang rusak.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Ir. Tuafan Zairiansyah mengatakan bahwa pekerjaan jalan tersebut merupakan tanggung jawab Dinas PU provinsi. Karena berada pada ruas jalan provinsi. (dn/rah)