SURABAYA – Prinsip ‘tak ada kawan atau lawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan abadi’ hampir pasti dianut oleh semua kalangan politisi di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Meski pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub) 2008 lalu menjadi lawan politik, bisa jadi pada pilgub tahun ini mendatang akan menjadi kawan politik yang memiliki tujuan sama.
Gambaran tersebut yang saat ini dipertontonkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakilnya Saifullah Yusuf yang kemungkinan besar akan kembali maju pada pilgub tahun ini. Kedua tokoh yang terikat sebagai pasangan “KarSa” itu terus melakukan safari politik ke sejumlah partai politik, termasuk yang tidak mendukung mereka pada pilgub 2008 lalu.
Dalam waktu dekat, Soekarwo-Saifullah Yusuf dikabarkan akan melakukan safari politik ke PPP yang pada pilgub 2008 lalu menjadi kendaraan politik rival politik mereka, Khofifah Indar Parawangsa.
Ketua Desk Pilkada DPW PPP Jawa Timur Habib Mahdi menjelaskan, Soekarwo memang berencana bertemu dengan pengurus DPW PPP pada 23 Januari mendatang.
“Di tingkat pimpinan, sudah ada komunikasi mengenai rencana kedatangan Pak Karwo,” katanya, kemarin (17/1).
Ia mengakui, PPP telah memberikan sinyal hijau kepada Soekarwo dalam pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jatim periode 2014-2019. Namun, kepastiannya baru akan disampaikan pada deklarasi yang dijadwalkan pada Juni 2013 mendatang.
Selain Pakde Karwo, kata dia, memang belum ada kandidat lainnya yang melakukan pendekatan politik ke PPP. “Khofifah pun belum ada kordinasi dengan kita,” ujarnya.
Ia juga mengemukakan, PPP memang hanya mendapat 4 persen suara pada Pemilu Legislatif 2009-2014. Namun, suara tersebut tetap akan ikut menentukan Jawa Timur. “Apalagi, saat ini, para kiai kembali bergabung ke PPP,” katanya. (kas/han)