SUMENEP – Kongres Kebudayaan Madura II beberapa pekan lalu mengamanatkan adanya Program Studi (Prodi) Bahasa Madura di perguruan tinggi Madura. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendikan (STKIP) Sumenep menyatakan siap melaksanankan amanat kongres tersebut.
Ketua STKIP Sumenep Musaheri menargetkan, tahun 2016 Prodi Bahasa Madura sudah dibuka. Saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan penyusunan beberapa persyaratan kelengkapan adminstrasi untuk membuka program studi tersebut.
Prodi tersebut diharapkan dapat mencegah lunturnya Bahasa Madura.
Lebih lanjut, pihaknya juga sudah merampungkan proposal, dan siap dibahas dengan beberapa pihak untuk peneruskan rekomendasi Kongres Kebudayaan Madura II.
“Tentu dalam hal ini, saya tidak bisa bekerja sendirian. Saya butuh banyak orang agar tahun 2016 benar-benar terealisasi. Makanya, saya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak. Kalau proposal sudah saya siapkan,” kata Musaheri, Kamis (03/01).
Secara terpisah, Ketua Tim Penjaminan Mutu STKIP Sumenep, Akhmad Nurhadi Mukrie, menyatakan, dirinya optimis dan apresiatif dengan terobosan yang dilakukan oleh STKIP Sumenep. Bahkan, dia berharap, 2016 mendatang Prodi Bahasa Madura benar-benar sudah terealisasi.
“Saya mendukung dan apresiatif dengan rencana ini,” katanya saat dimintai komentar atas rencana dibukanya Prodi Bahasa Madura.
Menurut Nurhadi, pihaknya akan mencari tenaga pengajar yang sudah berijazah strata 2 dan strata 3 Bahasa Madura sebagai bagian dari persyaratan membuka Prodi Bahasa Madura. (sym/mk)