SURABAYA – Siapa yang tak kenal si raja dangdut Rhoma Irama? Kepiawaiannya dalam mendendangkan lagu-lagu berirama dangdut, membawa namanya dikenal di seluruh penjuru tanah air. Ia semakin menjadi buah bibir, ketika mengumumkan kepada publik akan maju sebagai calon presiden dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang.
Di Jawa Timur tingkat popularitas si raja dangdut ini tidak diragukan lagi. Survei yang dilakukan “Presisi Poll” mengenai preferensi politik warga Jawa Timur menjelang pilpres 2014, hampir 95,7 persen mengenal Rhoma Irama. Kepopulerannya mengalahkan sejumlah tokoh politik sekaliber Abu Rizal Bakrie (79,8 persen) , Prabowo Subianto (75,1 persen), Dahlan Iskan (64,3 persen) dan Mahfud MD (59,2 persen).
Menurut Direktur Eksekutif Presisi Poll Heliosa Soerwianto, meski hampir 100 persen warga Jawa Timur mengenal Rhoma Irama, namun tidak serta merta suka apabila si raja dangdut menjadi calon presiden.
“Popularitas Rhoma Irama tidak berbanding lurus dengan tingkat akseptabilitas (disukai) untuk jadi calon presiden. Sekitar 73,1 persen warga Jatim justru suka Dahlan Iskan menjadi calon presiden, sementara Rhoma Irama 60,3 persen dan Mahfud MD 44 persen,” kata Heliosa, kemarin (13/1).
Selain tidak disukai untuk jadi calon presiden, tingkat elektabilitas Rhoma Irama sebagai capres juga rendah dibandingkan dengan tokoh-tokoh nasional. Rhoma menempati urutan 6 dengan 7,8 persen dukungan suara. Peringkat pertama ditempati Mahfud MD (15,5 persen), kemudian Prabowo Subianto (13 persen), Dahlan Iskan (11,8 persen), Aburizal Bakrie (10,8 persen) dan Megawati Soekarnoputri (8,3 persen).
Untuk elektabilitas calon wakil presiden (cawapres), posisi Rhoma masih lebih baik. Rhoma berada di urutan ketiga dengan 9,5 persen. Sementara peringkat pertama dan kedua ditempati Dahlan Iskan (12 persen) dan Mahfud MD (11,8 persen). Peringkat 4 dan 5 diduduki Hatta Radjasa (5,3 persen) dan Surya Paloh (5 persen).
“Untuk saat ini, kami simpulkan mayoritas warga Jatim menginginkan Mahfud MD sebagai capres dan Dahlan Iskan sebagai cawapres. Bagi warga Jatim, keduanya adalah sosok capres dan cawapres yang layak memimpin negeri ini pada Pilpres 2014. Keduanya selalu menduduki tiga posisi teratas dan elektabilitas sebagai capres dan cawapres,” kata Heliosa.
Survei tersebut melibatkan responden atau sampel sebanyak 440 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur dengan margin error 5 persen. Seluruh sampel didistribusikan secara proporsional ke 38 kabupaten/kota se-Jatim.
Responden atau sampel dipilih sepenuhnya secara acak. Hasil survei ini merupakan representasi pendapat seluruh pemilih di Provinsi Jatim. Dengan kata lain, hasil survei ini dapat digeneralisasi sebagai cerminan opini warga Jawa Timur yang berusia minimal 17 tahun. (ara/abe)