SUMENEP- Warga Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget mengeluhkan lambatnya distribusi bantuan beras miskin (raskin) 2012 yang baru didistribusikan pada pertengahan Januari 2013. Selain itu, kualitas raskin jelek sehingga tidak layak konsumsi.
“Kami kecewa, sebab beras bantuan dari pemerintah itu tidak layak dikonsumsi, berasnya berwarna kehitaman dan bercampur abu. Selain itu, pencairannya tidak tepat waktu, molor hingga 2013. Padahal, bantuan itu seharusnya cair pada tahun 2012 lalu, tapi baru dicairkan pada pertengan januari bulan ini,” kata Sarkawi, warga Kalianget Timur, kemarin (24/1).
Selain itu, menurut Sarkawi, bantuan beras miskin di desanya dibagikan secara merata, bukan hanya kepada penerima manfaat yang telah terdaftar.
“Untuk Desa Kalianget Timur, penerima manfaat berjumlah 298 kartu keluarga dari total penduduknya sekitar 12.000 jiwa. Setiap penerima manfaat mendapat 30 kg beras miskin dengan tebusan Rp 25.000,” jelasnya dirumahnya.
Sementara itu ditempat terpisah, anggota Komisi A DPRD Sumenep Hasan Muthari mengatakan, sesuai ketentuan, pembagian bantuan raskin semestinya hanya diberikan pada penerima manfaat saja. Tidak boleh dibagikan secara merata.
“Tidak bisa raskin itu dibagian secara merata, itu melanggar aturan. Karena penerima sudah terdaftar di daftar penerima bantuan raskin itu,” kata politisi PKS itu di kantornya saat ditanya aturan distribusi raskin.
Kepala bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Sumenep Saiful Bahri mengaku tidak tahu pendistribusian raskin ditingkat bawah. ”Yang jelas, kami sudah mensosialiasaikan bahwa bantuan raskin itu dibagikan kepada yang berhak menerimanya, yaitu yang telah terdaftar di daftar penerima manfaat,” jelasnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. (sai/mk)