“Pilgub Jawa Timur 2013 sudah selesai. Dan yang pemenang Soekarwo”. Seperti itu komentar beberapa pihak yang jeli mengamati pergerakan politik menjelang pemilihan gubernur (PILGUB) dan calon wakil gubernur yang akan diadakan Agustus mendatang.
Pernyataan orang menyebut Pilgub Jatim sudah “selesai” itu bukan tanpa alasan. Sebab, langkah sistematis, terstruktur dan masiv untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf belakangan begitu kentera. Mudah ditebak. Bahkan, dilakukan semi terang-terangan.Baca juga: PPP Masih menunggu lamaran Khofifah dan Sekdaprov Jatim Imbau PNS Tak Ikut Berpolitik Praktis
lingkup konspirasi politik pemenangan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) incumbent ini luas. Bukan hanya mengintervensi “jerohan” penyelenggara Pilkada (KPU) atau mensekenario pemilihan Ketua Badan Pengwas Pemilu (Banwaslu), namun, gerakan “bawah tanah” Soekarwo-Saifullah Yusuf juga merangkul pejabat (PNS) aktif dan tokoh-tokoh partai, termasuk partai yang sejatinya akan mengusung calon selain Soekarwo-Saifullah Yusuf.
Baca Juga 22 Parpol (APNP) Ramai-ramai Dukung Soekarwo-Saifullah Yusuf Jilid II.
“Lingkaran Setan” begitu, para pengamat menyebut gerakan politik Soekarwo-Saifullah Yusuf setelah setelah melihat nama-nama yang tercantum di dalam draf susunan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) Provinsi Jawa Timur. Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu ini merupakan salah satu organisasi yang akan menjadi motor pemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.
Ya, setiap orang pasti terhenyak membaca susunan pengurus PDIB yang di ketuai H Setiadjit, seorang pejabat aktif di lingkungan Pemprov Jatim ini. Sedangkan yang di dapuk sebagai Ketua Dewan Pembina adalah Gubernur Jatim Soakarwo, Ketua DPD Golkar Martono, Komisaris Bank Mandiri Muchayat, Sekretaris JenderalDPP PKN Imam Nahrawi dan Ketua KONI dan DPD REI Jatim Erlangga Satriagung.
Baca Juga Apa Target NU di Pilkada Jawa Timur ?
Jika penggalangan kekuatan Soekarwo-Saifullah Yusuf terstruktur dan masiv seperti ini, Khofifah yang sampai saat ini menjadi lawan berat Soakarwo bisa jadi “maju untuk kalah” ia bila nekat mencalonkan dan berangkat dengan kendaraan PKB.
Diakui, kekuatan Soekarwo-Saifullah Yusuf Jilid II saat ini tidak terukur. Hampir seluruh partai yang memiliki kursi di DPRD Jatim sudah merapat, kecuali PDIP dan PKB. Namun, hal ini sedikit pun tidak mengurangi keperkasaan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Karena dua partai besar itu kini bagai “macan ompong’. Yang satu dilanda konflik tingkat DPD, dan satunya lagi, “ketahuan” akan bermain dua kaki.
Pengamat mengatakan, bila kekuatan politik cagub incumbent seperti ini akan sangat sulit untuk dikalahkan. “Jangankan Khofifah, Megawati pun akan kalah bila ikut maju jadi cagub Jatim. Soekarwo sudah tidak ada lawan,” kata seorang pengamat politik populer asal Surabaya yang meminta namanya tidak dipublis.
Baca Juga WW Tantang Pakde Karwo Tandatangani Surat Pemecatannya
Harapan untuk terpilih secara “aklamasi” sudah hampir tercapai. Namun Undang-undang tidak mengatur cara semacam itu. Salah-satu cara pastinya akan ditempuh oleh kelompok Soekarwo-Saifullah Yusuf adalah mencari figur untuk di jadikan Calon gubernur dan calon wakil gubernur “dagelan” untuk dijadikan lawan. Entah diusung partai dagelan juga, atau diberangkatkan lewat jalur independen.
Siapakah mau dijadikan figur dagelan itu? Apakah Ridwan Hisjam yang sudah berpengalaman melakukan hal semacam itu pada Pilgub 2004 dan 2009? atau siapa yang mau?
Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu ini disebut-sebut sebagai salah satu underbow Partai Demokrat. Tetapi ada juga kader Demokrat yang membatah bahwa PDIB ini “anak”partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu. Ada pula kader partai berlambang Mercy ini yang mengatakan kalau nama-nama dalam truktur itu bentukan Soekarwo-Saifullah Yusuf.
Wajar, dalam politik bersilat lidah itu hal biasa. Namun yang pasti, PDIB adalah salah satu motor pemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf Jilid II dalam kancah Pilgub Jatim 2013.@ridwan.licom