SURABAYA — Sebanyak 2 juta warga miskin di Jawa Timur belum mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dari pemerintah sehingga mereka terpaksa mengeluarkan biaya sendiri jika membutuhkan pelayanan kesehatan. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti kepada wartawan, disela-sela kegiatannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSU Dr Soetomo Surabaya, Kamis (14/2) kemarin.
“Kedatangan saya ke sini memang terkait masalah pembagian kartu Jamkesmas ke masyarakat. Saya mendapatkan laporan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan kartu jamkesmas di Jatim,” ungkap Ali Gufron.
Menurut Wamenkes, warga miskin yang belum menerima kartu Jamkesda tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga provinsi lain di Indonesia. Untuk Jawa Timur, masyarakat yang berhak mendapatkan kartu jamkesmas sebanyak lebih dari 14 juta jiwa . Yang sudah menerima sebanyak 12 juta orang yang tersebar di 33 kabupaten/kota di jatim.
“Yang belum tinggal 5 kabupaten yaitu Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lamongan dan Bojonegoro. Makanya kami meminta pada Balai Pustaka yang mencetak kartu untuk segera mengirim ke 5 daerah ini. Mudah-mudahan,
Jumat besok (hari ini, Red) sudah dikirim dan bisa didistribusikan ke masyarakat yang berhak,” katanya.
Ia menambahkan pembuatan kartu Jamkesmas yang terbaru ini sebagai upaya untuk verifikasi ulang mengenai siapa saja yang berhak menerima fasilitas pelayanan kesehatan gratis dari pemerintah. Sebab, kartu Jamkesmas yang lama itu dibuat sejak tahun 2007 sehingga perlu diperbaharui karena pasti ada perubahan masyarakat yang menerima Jamkesmas.
Sedangkan masyarakat miskin yang menerima Jamkesmas di Jatim, masih menurutnya, mengalami kenaikan tahun ini. Pada tahun 2012 hanya 10, 7 juta dan tahun 2013 ini menjadi 14 juta. Kenaikan jumlah penerima jamkesmas di Jatim ini bukan karena jumlah orang miskin meningkat jumlahnya, namun kriteria keluarga miskin diperluas. “Secara nasional ada sekitar 86 juta masyarakat miskin yang mendapatkan Jamkesmas saat ini,” katanya.
Meningkatnya jumlah penerima Jamkesmas di Provinsi Jawa Timur dibenarkan Sekdaprov Rasiyo. Menurutnya, saat ini jumlah penerima jamkesmas mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Tetapi ketika melakukan verifikasi ternyata ada penerima Jamkesmas tahun lalu yang tidak masuk dalam Jamkesmas tahun 2013 sebanyak 480.112 orang. Sedangkan penerima Jamkesda dari Pemprov Jatim sebanyak 80.490 orang yang pada tahun 2013 ini juga tak masuk jamkesmas. Total masyarakat yang berhak mendapatkan Jamkesmas tapi tak masuk data sebanyak 560.602 orang.
“Makanya kami meminta pada pemerintah pusat untuk memberikan jatah pada mereka yang tak masuk. Usulan kami adalah penerima jamkesmas yang mati, dobel, orangnya pindah, atau kini sudah kaya, maka jatahnya dilimpahkan pada mereka yang berhak lewat rapat kampung atau desa,” katanya.
Ia mencontohkan kejadian di Kabupaten Pacitan. Berdasarkan hasil verifikasi, ternyata ada 869 orang yang mati, 587 orang pindah, 614 kartu tapi tak ada orangnya. “Makanya perlu adanya rembug desa untuk mengisi jatah yang kosong ini,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSU dr Soetomo Surabaya, dr Dodo Arnando mengatakan pihaknya masih memberikan kelonggaran bagi warga miskin yang belum mendapatkan kartu Jamkesmas baru. Dimana mereka dipersilahkan menggunakan kartu Jamkesmas lama.
” Yang pasti kami tidak boleh menolak warga yang tidak mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk itu RSID dr Soetomo mengambil kebijakan untuk memberikan kelonggaran bagi warga yang tidak mampu
yang berobat ke sini menggunakan kartu Jamkesmas lama,”tegasnya. (han)