JAKARTA-Bisnis sektor transportasi udara di dalam negeri semakin kinclong dengan capaian yang cukup positif. Salah satunya indikatornya terlihat dari jumlah penumpang pesawat, baik domestik maupun internasional sepanjang 2012.
Data Kementerian Perhubungan menyebutkan bahwa jumlah penumpang pesawat terbang yang terjadwal selama 2012, melonjak cukup signifikan. “Pertumbuhan jumlah penumpang domestik dan internasional yang diangkut maskapai nasional pada 2012 diperkirakan mengalami pertumbuhan sekitar 10-15 persen,” ungkap Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo di Jakarta, Minggu (10/2).
Djoko menyebutkan, total jumlah penumpang yang diangkut oleh maskapai penerbangan nasional berjadwal sepanjang tahun lalu mencapai 72,4 juta orang. Dari jumlah tersebut, 63,6 juta penumpang untuk penerbangan domestik. Sedangkan 8,8 juta penumpang terbang dengan tujuan internasional.
Dia menyebutkan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Sebab, ada beberapa maskapai penerbangan yang belum menyerahkan laporan dan datanya pada periode Juli-Desember 2012.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, jumlah penumpang udara domestik pada November 2012 mencapai 2,65 juta penumpang dan Desember naik menjadi 2,74 juta penumpang.
Sedangkan pada Oktober tercatat jauh lebih tinggi yakni 6,17 juta penumpang dan September 6,15 juta penumpang. Lebih rendahnya jumlah penumpang di akhir tahun di luar perkiraannya. Sebab, biasanya tren akhir tahun justru meningkat.
“Pada periode November dan Desember biasanya jumlahnya lebih tinggi karena banyak hari liburnya,” katanya.
Pihaknya masih menunggu laporan dari maskapai penerbangan sehingga jumlah penumpang dan barang yang diangkut baik untuk rute domestik maupun internasional dapat diperoleh data yang lebih mutakhir.
Baca Juga Turis Wanita Ini Hebohkan Bali,Telanjang Dada Keliling Bali Naik Motor
Sementara itu, upaya otoritas Bandara Soekarno-Hatta menghapus budaya calo tiket penerbangan tampaknya sia-sia. Pasalnya, calo tiket masih merajai penjualan tiket. Pengalaman berhadapan dengan calo tiket ini dialami wartawan Harian Koran Madura saat hendak berangkat ke Surabaya.
Beberapa maskapai yang memiliki rute penerbangan Jakarta-Surabaya mengaku tiket penerbangan penuh alias terjual habis.
Bahkan saat mendatangi loket penjualan Lion Air, petugas loket mengaku tiket sudah full. Situasi yang sama juga terjadi maskapai Sriwijaya Air, Cittilink dan Garuda.
Namun anehnya, tawaran tiket justru datang dari para calo. “Tiket masih ada pak. Tetapi harganya selangit,” ujar Adi, seorang calo tiket saat menawarkan tiket.
Menurut dia, volume penerbangan memang meningkat terutama saat perayaan imlek. Hal inilah yang memicu kenaikan harga tiket ini. “Jadi, semua pada pulang kampung,” kata dia.
Beberapa calo memang menawarkan tiket dengan harga bervariatif dan sangat mahal. Harga tiket ditangal calo ini dilepas mulai harga Rp 1.450.000 hingga Rp 1.650.000. Padahal harga tiket yang dipatok Lion Air untuk penerbangan Jakarta-Surabaya misalnya sebesar Rp 1.025.000. “Kami tidak ambil untung banyak pak. Dari dalamnya memang segitu harganya. Saya hanya dapat Rp 150.000,” ujar seorang calo tiket dengan logat etnis tertentu.
Dia mengaku, keuntungan penjualan tiket ini dibagi dengan orang dalam. Merekalah yang sebenarnya pemilik tiket ini.
Namun, dia tidak menjawab ketika ditanya, siapa orang dalam yang dimaksud. “Kita nembak orang dalam pak. Bapak tau sendirilah,” jawabnya singkat.
Tidak hanya rute Jakarta-Surabaya, tiket untuk penerbangan Jakarta-Denpasar juga jatuh ke tangan calo. “Untuk penerbangan hari ini sudah penuh. Besok masih ada,” jawab petugas di loket Citilink.Namun saat keluar dari loket, 6 orang calo justru menawarkan tiket. (gam)