SURABAYA– Dalam rangka mensosialisasikan Ujian Nasional (UN) kepada Kepala Dinas Pendidikan se Provinsi jatim, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Harun menggelar pertemuan di Madina Convention Center, Hotel Utami Kamis (14/02).
Acara yang dihadiri pula oleh Ketua Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud Prof Djemari Mardapi, kasat Bimas Polda Jatim Kombes Pol Puji Astuti, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Zainudin Maliki dan semua Kepala Dinas Dikbud Kabupaten/Kota se Jatim bertujuan untuk membahas hal-hal yang lebih teknis dalam pelaksanaan UN.Ditemui wartawan usai acara, Harun mengaku sudah menerima jadwal penyelenggaraan UN 2013 serta mekanisme penentuan batas nilai minimum kelulusan siswa, dan sosialisasi tersebut.
“Namun yang kita bahasa merupakan hal-hal yang lebih teknis dalam pelaksanaanya. Misalnya menyiasati bentuk soal yang nantinya akan digabung dengan jawaban. agar siswa dan pengawas tidak mengalami kesulitan harus membolak-balik kertas untuk melihat soalnya, sekolah diperbolehkan untuk mengcopy lembar soal,” papar dia.
Sekolah dan siswa tak perlu panik. Sebab, Unas besok tidak akan lari jauh dari mata pelajaran yang selama ini sudah diberikan. Akan ada kisi-kisi menyangkut ujian akhir ini. Mau berapa paket soal, sudah siapkan diri dengan baik,” katanya.
Selain sekolah diminta untuk melakukan langkah antisipasi apabila terjadi soal yang rusak dan sebagainya, sekolah diharapkan untuk tetap menyediakan dua pengawas, baik dari dinas pendidikan masing-masing maupun perguruan tinggi setempat, di setiap ruang penyelenggaraan UN. Harun mengatakan, setidaknya ada sekitar 1,5 juta siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Jatim yang akan mengikuti UN 2013. neu