Jakarta— Presiden SBY menegaskan dirinya tidak tersandung skandal pajak, seperti yang dilaporkan salah satu koran Ibukota. Sesuai laporan dari Ditjen Pajak, apa yang dimuat di media itu tidak sama dengan data di Ditjen Pajak.
“Laporan itu dibuat tahun 2011. Sedangkan pelaporan pajak terbaru saya tahun 2012,” ungkap SBY dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Hotel Hilton, Jeddah, Arab Saudi, Senin (4/2/2013), seperti dikutip dari Situs Setkab RI.
Presiden SBY mengaku prihatin dengan munculnya berita yang menganggap dirinya dan keluarganya tidak taat bayar pajak.
“Harta saya tidak spektakuler. Di sisi lain banyak kasus, pihak yang punya uang triliunan atau ratusan miliar, ada ketidakberesan dalam membayar pajak. Ini juga soal keadilan,” tandas SBY.
Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berada di Jeddah, Arab Saudi untuk melanjutkan rangkaian perjalanan dinas ke luar negerinya. Setelah tiba di Monrovia, Liberia, dan Abuja, Nigeria, Presiden SBY tiba di Jeddah, Minggu (3/2), dan akan melanjutkan perjalanan ke Kairo, Mesir, guna menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Islam (OKI).
Menyertai Presiden SBY dan Ibu Negara dalam perjalanan ke luar negeri kali ini antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Seskab Dipo Alam, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, dan Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistiyo. @ari
source:LENSAINDONESIA.COM