JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia memperkirakan ekonomi Indonesia di 2013 akan lebih kuat dibandingkan dengan setahun sebelumnya. Perkiraan ini sekaligus meyakinkan perusahaan akan mampu meningkatkan pertumbuhan bisnis di tahun ini hingga mencapai 30 persen. “Kami menilai tahun 2012 ekonominya baik dan di 2013 fundamentalnya akan terus membaik, ditambah lagi kondisi perekonomian dunia yang akan membaik. Dengan begitu, kami confidence sekali dengan pertumbuhan bisnis mencapai 30 persen di 2013,” kata Head of Consumer Banking DBS Indonesia, Steffano Ridwan usai menyepakati kerjasama dengan PT Danareksa Investment Management terkait penjualan Reksa Dana Danareksa Mawar 10 di Jakarta, Selasa (12/2).
Menurut Steffano, keyakinan perusahaan atas target pertumbuhan bisnis tersebut tidak terlepas dari perkiraan DBS bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan ditopang oleh sektor konsumsi dan jumlah kelas menengah yang akan terus meningkat. “Kondisi ini tentunya yang menjadi sumber kekuatan bagi sektor konsumer. Total pertumbuhan baik portofolio maupun income akan sebesar 30 persen,” ucap dia.
Steffano memperkirakan, baik deposito dan dana pihak ketiga (DPK) masih akan memberikan kontribusi yang seimbang terhadap pertumbuhan bisnis DBS di 2013. “Kami memperkirakan DPK ditahun ini akan tumbuh berkisar 20-30 persen. Paling banyak DPK ini berasal dari korporasi,” ujar Steffano.
Lebih lanjut Steffano mengatakan, saat ini DBS Indonesia sudah memiliki 38 kantor cabang yang tersebar di 11 kota utama di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bamdung, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Pontianak dan Samarinda. “Soal penambahan cabang di tahun ini, kami bisa mengumumkannya di pertengahan 2013,” katanya.
Menyoal penawaran produk Reksa Dana Mawar Konsumer 10, kata Steffano, pihaknya meyakini akan mampu menjual hingga Rp100 miliar hingga akhir 2013. Dia menambahkan, sejak 2008 hingga akhir 2012 DBS telah memasarkan produk reksa dana Danareksa dengan total assets under management (AUM) mencapai Rp145 miliar.
Steffano Ridwan mengatakan, reksa dana merupakan salah satu produk favorit bagi nasabah DBS, terbukti dari pertumbuhan di beberapa waktu terakhir. “Danareksa adalah salah satu mitra jangka panjang kami. Produk Reksa Dana Mawar Konsumer 10 ini juga akan semakin melengkapi ragam produk yang kami tawarkan,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Danareksa, Zulfa Hendri mengatakan, sebelumnya Danareksa telah bekerja sama dengan Commonwealth Bank Indonesia dalam mendistribusikan reksa dana Mawar Konsumer 10. “Salah satu sektor yang memang berpeluang tumbuh tinggi adalah sektor konsumer, karena perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik dan pertumbuhan kelas menengah yang tinggi. Kami yakin kerjasama dengan DBS akan memberikan return yang optimal,” paparnya.
Zulfa menjelaskan, pengelolaan portofolio reksa dana tersebut dilakukan dengan menganalisis setiap emiten di sektor konsumer melalui sejumlah variabel fundamental selama 15 tahun terakhir. Dengan demikian, lanjut dia, diyakini pihaknya akan mendapatkan hasil akurat terkait pengaruh dari setiap variabel atas tingkat imbal hasil. “Strategi ini mampu membuktikan bahwa di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif, Reksa Dana Mawar Konsumer 10 tetap memberikan return,” paparnya.
Sejak diluncurkan pada 16 Februari 2011, menurut Zulfa, dana kelolaan produk ini sudah mencapai Rp973 miliar. “Performance-nya di 2012 juga cemerlang. Berhasil membukukan kinerja sebesar 21,93 persen nett,” kata Zulfa sembari menegaskan bahwa angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 13,32 persen pada periode yang sama. (bud)