PROBOLINGGO – Dalam rangka mewujudkan pembangunan kota berkelanjutan (Symbiocity), Helsingborg, salah satu kota di negara Swedia, menjalin kerjasama Kota Probolinggo. Kerjasama antar dua kota ini, didukung oleh SIDA (Swedish International Development Agency). Tujuannya, untukmewujudkan pembangunan yang mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Selain Kota Probolinggo, kota lain di Indonesia yang melaksanakan kerjasama symbiocity ini adalah Kota Palu. Ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ini bekerjasama dengan Kota Boras-Swedia.
Dalam kerjasama yang diprakarsai Kementrian Pekerjaan umum (PU) ini, Kota Probolinggo dan Helsingborg, akan saling bertukar pengalaman dalam mewujudkan pembangunan kota berkelanjutan.Tujuannya, menginisiasi kemitraan antar kota untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing kotayang difokuskan pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan dalam mewujudkan kota berkelanjutan
Selain itu, Untuk memperkuat kapasitas kelembagaan di Kota Probolinggo dan Helsingborg dalam mengembangkan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan ketiga, menjadikan KotaProbolinggo sebagai model dan inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dalam hal pembangunan kota berkelanjutan.
Dipilihnya Kota Probolinggo, sebagai salah satu kota ang digandeng Kota Helsingborg, untuk mewujudkan program pembangunan berkelanjutan (Symbiocity), karena menurut Gofur Effendi, Kepala Bidang (Kabid) Fisik dan Prasarana, pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, antara Kota Probolinggo dengan Kota Helsingborg, memiliki katerisik kota yang hampir sama, yakni kota yang terletak di pesisir atau dekat pantai.
Selain itu, Pemkot Helsingborg, tertarik dengan program penanganan dan pengolahan persampahan, Selain itu, Pemkot Probolingggo juga berkomitmen menjalankan program sekolah berbasisi lingkungan. Terbukti, dari dua kegiatan tersebut, Pemkot Probolinggo telah berhasil meraih penghargaan adipura sebanyak enam kali. “Ada sejumlah sekolah berbasis lingkungan yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata. Selain itu, komitmen kami untuk menjalankan dua fokus kegiatan itu, menjadi penilaian mereka (Pemkot Helsingborg. Red.),” kata Gofur Effendi.
Guna mewujudkan kerjasama itu, antara Kota Probolinggo – Helsingborg ini akan dilaksanakan beberapa kali pertemuan Steering Committee dan Working Group, baik di Probolinggo ataupun di Helsingborg. Adapun agenda pertemuan ini adalah sebagai berikut :
Kegiatan | Lokasi | Tanggal | Peserta |
Steering Committee Meeting 1 | Probolinggo | 30-31 Januari 2013 | Steering Committee |
Working Group Meeting 1 | Probolinggo | 28 Januari – 8 February 2013 | Working Group |
SymbioCity Workshop and Working Group Meeting 2 | Helsingborg | 1 – 12 April 2013 | Working Group |
Steering Committee Meeting 2 | Helsingborg | 9-12 April 2013 | Steering Committee + Working Group |
Working Group Meeting 3 | Probolinggo | 28 Mei – 6 Juni 2013 | Working Group |
Working Group Meeting 4 | Helsingborg/ Stockholm | 27 Agustus – 5 September 2013 (Diusulkan untuk diundur dan masih dikoordinasikan dengan Kota Palu dan Boras) | Working Group
|
Steering Committee Meeting 3 | Denpasar, Indonesia | 2 Desember 2013 | Steering Committee + Working Group |
Anggota Steering Committee untuk kerjasama Symbiocity ini dari Kota Pronbolinggo, sebagai berikut:HM Buchori, SH., M.Si ( Walikota Probolinggo), Drs. H Johny Haryanto, M.Si (Sekretaris Daerah), Ir. Sanusi Sapuwan, MT (Kepala Bappeda), Ir. Budi Krisyanto, M.Si (Kepala Badan Lingkungan Hidup),Ir. Imanto (Kepala Dinas Pekerjaan Umum), Drs. Imam Suwoko (Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) dan Drs. Endro Suroso (Kepala Dinas Pendidikan)
Sedang dari Kota Helsingborg, diantaranya, Lars Thunberg (Wakil Walikota Helsingborg), Anna Jahnke (Wakil Walikota Helsingborg), Inger Nilson (Penasehat Dewan Kota Helsingborg), Mats Jarnhammar (Project Manager SymbioCity – SKL International) dan Tor Eriksson (Senior Advisor SymbioCity – SKL International)
Dari Kementerian Pekerjaan Umum dan APEKSI, terdiri dari, Dadang Rukmana (Direktur Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum, Endra S Atmawijaya (Kasubdit Kebijakan dan Strategi Direktorat Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum) serta Sri Indah Wibinastiti (Direktur Program Pengembangan dan Advokasi – APEKSI)
Sedangkan anggota Working Group untuk kerjasama Symbiocity, dari Kota Probolinggo, dantaranyasebagai berikut : Gofur Effendy, ST., M.Si (Bappeda), Asep S Lelono, SP., M.Si (BLH), Drs. Heri Wijayani (Dinas Pendidikan), Andre Nirwana Kusuma, ST., MT (Dinas Pekerjaan Umum), Wawan Sugiyantono, SE., M.Si (DPPKA), Ari Puspita, ST., MAP (Bappeda), Cicilia Chrysta Bening W (Bappeda) dan Conie Dwi Purmiranti (Bappeda)
Dari Kota Helsingborg, terdiri dari, Peter Book (Tenaga Ahli Pendidikan Lingkungan, Lotta Lewis Jonsson (Tenaga Ahli Lingkungan), Cecilia Holmblad (Tenaga Ahli Lingkungan), Hasse Ericsson (Tenaga Ahli – SKL International). Sementara dari Kementerian Pekerjaan Umum dan APEKSI diantaranya,Rocky Adam (Staf Kementerian Pekerjaan Umum) dan Dian Anggraini (APEKSI)
Mengenai mekanisme pembiayaan kerjasama ini, Pemkot Probolinggo menanggung pembiayaannya,meliputi : Pelaksanaan pertemuan di Kota Probolinggo sebanyak 2 (dua) kali tanggal 28 Januari s/d 8 Pebruari 2013 dan 28 Mei s/d 6 Juni 2013; Transportasi lokal dalam Kota Probolinggo bagi Tim SKL serta Steering Committe dan Working Group dari Helsingborg selama berada di Kota Probolinggo, dan biaya perjalanan dinas luar negeri untuk Steering Committee dan Working Group dari Kota Probolinggo sebanyak 2 (dua) kali
Sedangkan SIDA (Swedish International Development Agency) akan menanggung biaya, Akomodasi Tim SKL serta Steering Committe dan Working Group dari Helsingborg selama 2 (dua) kali kunjungan ke Kota Probolinggo, Akomodasi dan transportasi lokal untuk 4 (empat) orang Steering Committee dan 6 (enam) orang Working Group dari Kota Probolinggo selama 2 (dua) kali kunjungan ke Helsingborg.(gus/ara)