JOHANNESBURG – Nigeria akhirnya mengulangi sejarah 19 tahun silam di World Soccer Stadium, Johannesburg, Afrika Selatan. Tim “Elang Super” keluar sebagai juara Piala Afrika setelah mengalahkan tim penuh kejutan Burkina Faso 1-0 pada laga partai final yang berlangsung di Johannesburg Minggu (10/2) malam waktu setempat atau Senin (11/2) dini hari WIB. Gol kemenangan tim berjulukan “Elang Super” itu dicetak oleh pemain yang merumput di kompetisi dalam negeri Nigeria bersama Warri Wolves, Sunday Mbah.
Gol ini berawal dari tendangan keras penyerang Nigeria yang bermain di Chelsea, Victor Moses yang masih mampu dibendung oleh kiper Burkina Faso, Daouda Diakite. Tetapi bola pantul berhasil dikuasai dan dikontrol Mba. Pemain ini kemudian melepas tembakan voli kaki kiri melewati seorang pemain bertahan lawan Mohamed Koffi hanya lima menit sebelum turun minum atau pada menit ke-40. Bola pun bersarang di pojok kanan atas gawang Diakite dan gol. Kedudukan 1-0 ini akhirnya bertahan hingga akhir laga yang disaksikan oleh 87.000 penonton itu dan menghantar Nigeria sebagai juara turnamen sepakbola tertinggi di Afrika untuk ketiga kalinya.
Ini adalah gelar pertama Nigeria dalam 19 tahun terakhir. Terakhir kali mereka menjuarai turnamen ini pada 1994. Ketika itu, laga finalnya juga berlangsung di Johannesburg dan pelatih Nigeria saat ini Stephen Keshi adalah kapten tim saat itu. Keberhasilan menjuarai Piala Afrika akan menghantar mereka bermain di Piala Konfederasi di Brasil pada Juni mendatang.
Sebelum laga dini hari tadi itu berakhir, pelatih Stephan Keshi memasukkan kapten tim dan pemain senior Joseph Yobo pada menit ke-89 untuk memberi kesempatan kepada bek veteran itu mengangkat trofi juara. Pemain ini sudah enam kali mengikuti Piala Afrika dan ini kemungkinan menjadi Piala Afrika terakhirnya. “Luar biasa. Mimpi kami akhirnya jadi kenyataan juga. Saya sudah menunggu sekitar 11 atau 12 tahun. Saya sudah bilang ini adalah Piala Afrika terakhir saya. Ini capaian yang mengagumkan,” kata Yobol.
Selain berterima kasih kepada Sunday Mbah, Nigeria juga harus berterima kasih kepada kiper Vincent Enyeama yang tampil gemilang pada laga tersebut dan bisa menggalkan sejumlah peluang tim lawan. Burkina Faso, misalnya mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-74 melalui Wilfried Sanou. Tetapi tendangan keras pemain ini masih mampu digagalkan oleh Enyeama.
Nigeria memang layak menang karena mereka menguasai jalannya pertandingan, meskipun mereka tidak diperkuat oleh pencetak gol terbanyak turnamen ini Emmanuel Emenike yang tidak bisa tampil di final akibat cedera. “Saya sangat bahagia karena mimpi saya akhirnya terwujud. Saya tidak tahu mau berkata-kata apa lagi. Ini sungguh sebuah hasil kerja keras dan akhirnya sampai pada hari ini kami keluar sebagai juara. Saya senang dengan hasil ini,” kata Sunday Mbah yang baru berusia 24 tahun mengomentari kesuksesan timnya itu.
Dia menambahkan, “Hasil ini akan sangat menentukan karier saya di masa mendatang. Inilah untuk pertama kalinya saya bermain dan menjuarai Piala Afrika. Karena itu saya sangat bahagia. Kami sudah memberikan seluruh yang kami punya.”
Dengan hasil ini, maka pelatih Nigeri Stephen Keshi mengikuti langkah mantan pemain Mesi Mahmoud Al Gohari yang pernah menjuarai Piala Afrika baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. “Memenangkan turnamen ini menjadi target utama saya. Sejak saya diangkat sebagai pelatih satu setengah tahun lalu, mimpi saya adalah membuat rakyat Nigeria bahagia,” kata Keshi seusai laga.
Tetap Senang
Sementara itu, bagi Burkina Faso kegagalan menjuarai Piala Afrika ini tidak terlalu membuat mereka larut dalam kesedihan. Mereka tetap bangga dengan capaian ini, meski gagal mengangkat trofi juara. Pasalnya ini adalah final pertama mereka, sejak mengikuti turnamen ini.
Burkina Faso sudah berpesta sejak masuk ke perempat final yang menjadi perempat final kedua di Piala Afrika. Karena itu, tembus hingga ke final dianggap sebagai sebuah prestasi besar. “Sepakbola adalah sepakbola. Anda akan merasa hebat saat memenangkan pertandingan, tetapi merasa terpukul saat kalah. Selamat kepada para pemain Nigeria dan juga kepada pemain saya. Saya sangat bangga dengan para pemain saya ini,” kata pelatih Burkina Faso asal Belgia, Paul Put.