SIDOARJO (KORAN MADURA) — Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo menggelar hasil tangkapan kejahatan melalui Operasi Sikat Semeru 2013 yang digelar selama 13 hari. Yaitu, mulai 23 Januari hingga 4 Pebruari 2013 kemarin. Selama menggelar operasi Sikat Semeru tersebut Polres mengungkap 309 kasus kejahatan dengan tersangka berjumlah 316 orang.
“Dari 309 kasus yang berhasil diungkap itu, ada 306 barang yang dijadikan barang bukti (BB,red),” kata Kapolres Sidoarjo, AKBP Marjuki, Selasa (5/2).Dari jumlah ini, mantan kapolres Jombang ini menyebutkan kasus terbanyak yang diungkap dalam operasi tersebut adalah penanganan premanisme sebanyak 256 kasus. Selain itu, kasus pencurian dengan pemberatan (Curat,red) sebanyak 22 kasus dengan 24 tersangka yang berhasil diamankan dan pencurian dengan kekerasan (Curas,red) sebanyak 14 kasus dengan 12 tersangka.
“Ini hasil upaya keras anggota bersama jajaran dalam menindak dan memerangi kejahatan,” ujar Kapolres Sidoarjo kepada wartawan, Selasa (5/2).
Sedangkan BB yang berhasil disita oleh Polres Sidoarjo, antara lain 15 unit sepeda motor dari berbagai merek dan tipe, 10 bilah senjata tajam (Sajam) seperti pisau dan senjata, 15 buah HP dari berbagai merek dan tipe, serta 6 jenis barang bukti lainnya. Dengan hasil. ungkap ini Polres Sidoarjo kembali sabet juara I keempat kalinya di Polda Jatim dalam pengungkapan kasus.
AKBP Marjuki menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan pengamanan wilayah Kabupaten Sidoarjo, meskipun Operasi Sikat Semeru 2013 sudah selesai.
“Kami akan terus melakukan pengamanan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo agar tetap aman dan kondusif,” tegasnya. (yun)