Eto’o Ngaku Ingin Dibunuh Pejabat Sepakbola Kamerun
PARIS – Pemain Internasional Kamerun yang kini merumput di Rusia, Samuel Eto’o mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari dari federasi sepakbola negaranya atau PSSI-nya Kamerun, Federasi Sepakbola Kamerun. Dia menuduh pejabat di federasi sepakbola Kamerun ingin membunuhnya.
Eto’o yang sudah berumur 31 tahun sedang berjuang memulihkan kebugarannya sebelum membela klubnya Anzhi Makachkala di babak knock out Liga Europa melawan klub Jerman Hannover pada Kamis (14/2) malam waktu setempat atau Jumat (15/2) dini hari WIB.
Mantan pemain Barcelona dan Inter Milan serta mantan pemain terbaik Afrika empat kali itu sedang terlibat konflik serius dengan Federasi Sepakbola Kamerun. Pemain ini pun kemudian meminta para pengawalnya untuk menjaga ketat dirinya dari mereka yang dituduhnya tidak berkompeten dan korup.
“Para pemimpin di FCF (Federasi Sepakbola Kamerun) ingin menyerang saya, mereka ingin membunuh saya. Saya sekarang tinggal dengan sekelompok kecil militer dan bahkan satu orang dari pasukan penjaga itu tidur di depan pintu saya. Saya lakukan ini hanya untuk keselamatan saya,” papar Eto’o.
Dia melanjutkan, “Federasi sudah menghabiskan banyak uang untuk waktu yang cukup lama. Mereka tidak mengurus sepakbola, mereka hanya ingin mendapat kemudahan dari mengurus sepakbola dengan mendapat layanan kelas satu saat bepergian ke luar negeri dan rekening banknya di Eropa tidak tersentuh.”
Pihak Federasi Sepakbola Kamerun belum menanggapi komentar Eto’o ini, meskipun sebelumnya mereka mempertanyakan reputasi pemain ini.
Pulang Kampung
Sementara itu, Bek Arsenal asal Brasil Andre Santos mengakui bahwa dia akan segera pulang ke kampung halamannya untuk merumput bersama Gremio. Bek kiri yang jarang dipasang pelatih Arsene Wenger itu sudah terbang ke Brasil untuk merampungkan proses perpindahannya ke klub itu.
“The Gunners” sendiri tidak mengomentari soal masa depan Santos di Emirates. Tetapi sejumlah laporan menyebutkan bahwa dia kembali ke kampung halamannya untuk dipinjamkan ke Gremio, setelah tertangkap kamera saat tiba di Bandar Udara Porto Alegre, Brasil, pada Minggu (10/2) waktu setempat.
Pemain 29 tahun ini mengungkapkan alasannya pindah ke Gremio yaitu karena ingin mencari tantangan baru dan ingin bermain di bawah asuhan pelatih Vanderlei Luxemburgo. “Saya memiliki ekspektasi tinggi. Mereka (Gremio) adalah salah satu klub besar di Brasil,” kata Santos kepada Lancenet.
Dia melanjutkan, “Saya datang ke Gremio untuk menjadi juara dan saya sangat tertantang dengan proyek ini. Saya sudah lama bermimpi bekerja sama dengan Luxemburgo. Dia pelatih top dalam sepakbola.”
Santos tidak dimainkan secara reguler di Arsenal karena sulit bersaing dengan pemain-peman lain di Emirates. Meski demikian diakui bahwa akan tiba waktunya bagi dia untuk sampai pada kondisi puncak penampilan. “Kalau ada pertandingan hari ini, saya ingin langsung bermain. Tetapi saya harus butuh banyak pertandingan untuk sampai pada kondisi fit. Sayangnya, saya hanya dimainkan pada satu pertandingan, lalu diistirahatkan pada pertandingan berikutnya. Padahal saya butuh lima atau enam pertandingan untuk lebih fit. Saya tidak terlalu paham skuat secara keseluruhan,” jelasnya. (espn/aji)