Sumenep – Cuaca buruk dengan angin kencang di perairan Sumenep, memporakporandakan puluhan pagan (rumah ikan atau tempat menangkap ikan yang terbuat dari bambu, diletakkan di pinggir laut) di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi.
Menurut Suparma, warga setempat, 70 pagan miliknya tidak dapat digunakan. 50 diantaranya hanyut, dan 20 lainnya rusak. “Rusaknya pagan ini karena kencangnya angin, ditambah hempasan ombak juga. Jadi banyak pagan yang hanyut,” keluhnya.
Ia menuturkan, akibat rusaknya pagan, dirinya merugi puluhan juta rupiah. Untuk membuat satu pagan sederhana, dibutuhnya sedikitnya R 5 juta. Bahkan untuk pagan tertentu, perlu dana Rp 8-9 juta. “Untuk satu pagan, perlu bambu kecil 60 buah, dan bambu panjang untuk ditanam ke bawah laut perlu 34 buah. Malah kadang bisa membutuhkan hingga 150 bambu untuk membuat pagan yang kuat,” ungkapnya.
Suparma menambahkan, saat ini dirinya dan beberapa nelayan pemilik pagan, tengah sibuk memperbaiki pagan-pagan yang rusak. “Kami sekarang kekurangan modal untuk memperbaiki pagan. Ya mudah-mudahan saja ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah Daerah terhadap nasib kami ini,” harapnya. [tem/kun]
sumber:beritajatim.com