SIDOARJO (KORAN MADURA) – Meski baru berusia 5 tahun, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berkomitmen bersama para kadernya untuk memerangi korupsi, dan menghindari narkoba. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Supriyatno, kepada 116 kader DPC Partai Gerindra Sidoarjo yang mencalonkan diri menjadi calon Legislatif, Minggu (10/2).
Menurut Supriyatno kader Partai Gerindra tidak boleh dan jangan sampai sedikitpun terlibat korupsi. Bahkan, ia bertakad, jika ada kader partai yang terlibat, pihak partai akan memberikan sanksi tegas mereka berupa pemberhentian dari keanggotaan partai.
“Jadi kader Partai Gerindra harus amanah, baik itu yang di legislatif maupun yang lainnya,” ujarnya memberi wejangan saat menghadiri acara Dirgahayu Partai Gerindra ke 5 di kantor DPC Gerindra Sidoarjo di Pondok Mutiara Timur blok 8-No 1, Sidoarjo, Minggu (10/2).
Selain jangan sampai terlilit korupsi, kader Partai Gerindra jangan sampai menjadi budak narkoba atau menjadi jaringan narkoba. Narkoba mesti harus kita perangi karena termasuk barang berbahaya. “Ada kader terlibat narkoba, partai akan melakukan tindakan tegas,” tegas Supriyatno.
Selain itu, ia juga berpesan agar tidak melakukan suap dengan KPU untuk mencuri suara agar meraih kemenangan dalam Pemilu nanti. “Jadikan Gerindra menjadi partai yang amanah,” terangnya.
Pada Pileg 2014 mendatang, Partai Gerindra mendapat urutan nomor 6, sesuai dengan usia mereka yang genap enam tahun. “Enam artinya harmonis dan meningkat. Berarti nomor 6 harus bisa dan mampu memperdayakan rakyat Indonesia,” pungkasnya. (yun)