SUMENEP – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Moh. Fadillah menilai anggaran dana bantuan bencana di Kabupaten Sumenep terlalu sedikit dan tidak memenuhi kebutuhan korban bencana.
Menurutnya, bantuan yang diberikan kepada pihak korban bencana sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan yang harus dikeluarkan oleh korban bencana. Dan ia tidak bisa memberikan bantuan lebih dari alokasi dana yang telah dianggarkan.
“Untuk bantuan bencana alam yang saat ini sedang tercover di APBD kita masih ada keterbatasan. Oleh karena itu, dengan keterbatasan di APBD setempat kita selalu mencari alternatif untuk bantuan dari pusat maupun provinsi,” paparnya, Jumat(1/3).
Bencana alam yang menimpa Kabupaten Sumenep sejak akhir tahun 2012 sampai saat ini melebihi anggaran APBD, sehingga penyaluran dana kepada korban bencana semakin sedikit.
Fadilah menuturkan, sejak awal bulan Januari sampai saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep telah menghabiskan dana sebesar Rp. 500 juta dan sudah disalurkan kepada korban bencana alam. Sedangkan anggaran yang disediakan oleh pemerintah kabuaten sumenep hanya Rp. 150 juta. Untuk mengurangi kebutuhan tersebut, pemerintah mengambil dari anggaran dana tak terduga.
“Kami juga dibantu dari dana bantuan bencana alam dari pusat. Namun, itu tidak berbentuk uang, tetapi berbentuk barang. Oleh karena itu, kami butuh tambahan anggaran karena pemberian bantuan kepada pihak bencana dinilai kurang maksimal,” ungkapnya.
Ia mengatakan, dana yang mesti dipersiapkan untuk korban bencana antara 2-3 miliar. Pihaknya akan mengusahakan agar bisa tercover di anggaran nantinya. (edy/mk)