SAMPANG – Penderita penyakit demam berdarah di Kabupaten Sampang sejak awal tahun hingga akhir bulan keempat sangat tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang menyebutkan ada peningkatan 50 persen dibandingkan penderita demam berdarah pada tahun sebelumnya.
Data triwulan pertama di tahun 2013 ini tercatat sebanyak 356 penderita DBD. Bila diperinci, pada bulan Januari terdapat 167 penderita, untuk bulan Februari sebanyak 109 penderita, sedangkan dalam bulan Maret terdapat sebanyak 80 penderita DBD.
Sedangkan pada tahun 2012 lalu, di Kabupaten Sampang terdapat 166 penderita demam berdarah. Jumlah DBD pada tahun sebelumnya ini jauh lebih sedikit daripada penderita DBD pada tahun ini.
Lain halnya dengan jumlah korban meninggal dunia akibat penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut. Tahun 2013 penderita DBD yang meninggal duni mencapai tiga orang. Tahun sebelumnya penderita DBD yang meninggal dunia juga mencapai 3 orang. Sehingga bila diperbandingkan jumlah korban DBD antara tahun 2012 dengan 2013 sama.
Salah satu staf Dinas Kesehatan setempat, Mohammad Ali mengatakan bahwa wilayah yang menjadi kantong penderita DBDyang menempati urutan pertama Kecamatan Kota Sampang dengan jumlah penderita sebanyak 127 orang, kemudian penderita DBD terbanyak kedua terdapat di Kecamatan Omben sebanyak 64 penderita serta Kecamatan Camplong berjumlah 35 penderita. “Kalau yang bulan April masih data sementara, jumlahnya 18,” ujarnya, Senin (06/5).
Menurut Ali faktor dari peningkatan jumlah tersebut adalah kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan. Maka dari itu dirinya mengimbau agar masyarakat senantiasa menerapkan kebiasaan hidup sehat agar jumlah penderita akibat nyamuk aedes aegypti tersebut bisa ditekan dan ditangani secara langsung.
“Kebersihan lingkungan adalah salah satu faktor penyebab adanya DBD, masyarakat dan diri kita sendiri harus bisa menjaga kebersihan itu,” tandasnya. (ryn/msa/rah)