SUMENEP – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep dalam waktu dekat akan mengundang pemerhati keris dan budayawan untuk mempersiapkan pegelaran pameran keris yang akan dilaksankan pada hari jadi Kabupaten Sumenep, 31 Oktober 2013 dan diupayakan bisa meraih penghargaan rekor muri.
Kepala Disbudparpora Bambang Iriyanto mengatakan, dirinya menyambut positif rencana Sumenep jadi kota keris. Ia merencanakan, deklarasi tersebut dilakukan bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep. “Kami mengundang beberapa budayawan, pemerhati keris dari Surabaya, dan kelompok empu keris di Sumenep untuk berkoordinasi terkait beberapa rencana kegiatan pelestarian budaya keris dalam rangkaian kegiatan hari jadi Sumenep,” ujarnya.
Bambang menambahkan, pihaknya merancang beberapa kegiatan, selain pendeklarasian Sumenep sebagai kota keris, diantaranya seminar keris secara nasional. “Seminar keris ini akan dibuat sebelum deklarasi kota keris. Dalam seminar ini akan mendatangkan pemerhati keris dan para empu keris dari berbagai kota,” katanya.
Diadaknnya seminar keris ini sebagai langkah awal untuk mendongkrak perekonomian para perajin dan empu keris di Sumenep kedepan. “Ini proses awal supaya keris buatan Sumenep makin dikenal di Indonesia menuju internasional” jelasnya.
Selain kegiatan seminar, lanjut Bambang, pihaknya juga berencana menggelar pameran 5000 keris, dan akan dicatatkan dalam rekor MURI. “Selama ini pameran keris terbanyak hanya 2000 keris. Sekarang kami akan memamerkan hingga 5000 keris. Kami sudah mengecek pada para empu keris, ternyata mereka sanggup untuk memamerkan 5000 keris. Jadi ini layak masuk MURI,” tukasnya. (edy/mk)